Aspirasi Masyarakat Sudah Terangkum Dalam Dasacita Kaltim Bermartabat

KOTA BANGUN – KABARKUBAR.COM
Safaruddin cawagub Kaltim yang berpasangan dengan Rusmadi Wongso mengunjungi Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kukar, Minggu 22/4/18 sore. Ternyata, desa ini termasuk yang kerap terkena banjir musiman, akibat air sungai pasang. Ketika bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat setempat di rumah H Muliadi, Safaruddin langsung dicurhatin kondisi kehidupan sehari-hari warga. Di desa itu, kata warga, masih banyak kendala, misalnya jalan desa, perekonomian, pendidikan dan kesehatan terutama soal rumah ibadah.

Aspirasi yang disampaikan masyarakat Kota Bangun ini ditanggapi Safaruddin. Menurut Jenderal Bintang Dua Purnawirawan ini, apa yang dialami masyarakat Desa Liang Ulu, terjadi juga di daerah lain. Lantaran itu, Rusmadi-Safaruddin dengan tagline ‘Kaltim Bermartabat’ mencanangkan Dasacita atau 10 program yang akan dikerjakan jika kelak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Apa yang bapak keluhkan itu semuanya sudah ada dalam program kerja kami, Insya Allah bila terpilih nanti kami akan realisasikan,” ujar Safaruddin dihadapan warga.

Terkait soal rumah ibadah yang diminta warga agar dilakukan rehab dan dinaikkan pondasinya disanggupi Safaruddin. Apabila nanti terpilih bersama Rusmadi menjadi Gubernur Kaltim. Keseriusan mantan Kapolda Kaltim ini kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang dia tandatangani. “Pokoknya bapak tidak usah kuatir, kalau saya terpilih sama pak Rusmadi, kami akan perbaiki mesjid dan langgar di tempat ini,” tandas Safaruddin.

Amang salah seorang tokoh agama di sana mengaku tidak merasa ragu dengan pernyataan Safaruddin. Terlebih kesanggupanya dibuat tertulis. “Kami bersama warga Liang Ulu akan dukung beliau,” ujar Amang saat dimintai pendapatnya oleh wartawan.

Usai pertemuan tersebut, Safaruddin kemudian meninjau mesjid Agung Liang sekaligus menunaikan shalat Ashar. Di mesjid tertua di Kota Bangun itu, Safaruddin menyarankan agar mesjid yang berada di pinggir sungai ini dinaikkan 3 meter. “Kalau dinaikkan, kan lantai dasar bisa dimanfaatkan sebagai lahan parkir dan disewakan untuk acara kawinan,” tandasnya.

Mesjid di Kota Bangun disarankan punya Yayasan. Agar punya pemasukan sendiri dan tidak berharap bantuan dari masyarakat, seperti menggelar sumbangan di jalan raya. “Saya miris melihatnya,” ujar Safaruddin lebih jauh. #Achmad Yusuf

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here