Dukungan Masyarakat Harus Sesuai Format Resmi KPU RI

Ketua Tim Rama Center, Elvin Eriadam, menunjukkan formulir Model B.1-KWK yang diambil dari KPU Kabupaten Kutai Barat. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Berbekal 21 ribu pendukung militan, Rama Alexander Asia konsisten mencoba peruntungan maju di Pilkada Kabupaten Kutai Barat dari jalur perseorangan atau independen. Bukan menepis dukungan partai politik, tapi ingin langsung bertanggungjawab kepada masyarakat sebagai pemilih. Kemarin, Tim Rama Center mewakili dia untuk mengambil formulir pengumpulan dukungan masyarakat dari Komisi Pemilihan Umum Kubar.

“Kami sudah mengambil formulir Model B.1-KWK di KPU Kubar,” kata Ketua Tim Organisasi Bersatu Mewujudkan Harapan Masyarakat Kutai Barat atau Rama Center, Elvin Eriadam pada Selasa, 3 Desember 2019.



Adam menjelaskan, Rama Center telah mengumpulkan dukungan dari masyarakat sejak empat bulan lalu. Hasilnya, syarat dukungan sebanyak 11.500 salinan Kartu Tanda Penduduk Elektronik sudah hampir terpenuhi. Diperkirakan, sebulan ke depan seluruh salinan KTP-el akan terkumpul. “Sesuai peraturan, dukungan harus dituangkan dalam format resmi dari KPU RI,” ungkapnya.

Penjelasan itu sekaligus menepis anggapan jika Rama Asia tidak serius maju di kancah perebutan kursi orang nomor satu Kubar. Persiapan menuju Pilkada Kubar tahun 2020 mendatang, kata Adam, makin dimantapkan dengan membentuk tim tingkat kecamatan dan kampung. Didasari tingginya minat masyarakat atas wacana untuk kembali dipimpin Rama Asia sebagai Bupati Kubar.

Sekretariat Rama Center di kawasan Busur, Kelurahan Barong Tongkok yang siap menerima dukungan langsung dari masyarakat. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Tidak sedikit warga menghubungi Rama Center untuk menjemput fotocopy KTP-el mereka. “Kami berharap bisa diantar langsung ke sekretariat di sini. Tapi kami juga memahami kendala jarak yang jauh. Terlebih belum semua kampung aksesnya baik,” imbuh Alsiyus, Wakil Ketua Rama Center.

Terkait dukungan yang telah diterima, Alsiyus mengakui tidak sedikit datang dari kalangan partai politik. Bahkan sejumlah tokoh lintas parpol ikut dalam Tim Rama Center. “Memang para tokoh mengakui Pak Rama Asia itu masih yang terbaik. Dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi Kubar saat ini. Apalagi beliau itu punya pendukung militan sekitar 21 ribu setiap Pilkada Kubar,” tegasnya.

Dikatakan Ketua KPU Kubar, Arkadius Hanye, pihaknya mempersilahkan para calon Kepala Daerah jalur Independen mengambil Formulir Model B.1-KWK di Sekretariat KPU Kubar. Formulir Perseorangan ini dibuat khusus dengan format resmi dari KPU RI. Karena dukungan dari masyarakat harus sesuai format resmi, tidak boleh format yang dibuat sendiri. “Jika formatnya berbeda, kami menganggap dukungan Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” tegasnya.

Formulir Model B.1-KWK itu terdapat kolom khusus penempelan KTP pendukung, dan biodata pendukung.Juga nama calon yang diberikan dukungan hingga kolom tandatangan pernyataan pendukung.

Arkadius Hanye menjelaskan, aturan terkait syarat minimal 10 persen tersebut diatur dalam Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan KPU Nomor 06 Tahun 2016. Yang menyebutkan bahwa daerah yang DPT sampai 250 ribu, syarat minimal dukungan jalur independen adalah 10 persen, dan 25 persen persebaran kecamatan.

Rama Alexander Asia diwacanakan untuk didampingi Tokoh Masyarakat dari etnis Jawa, Supono Abdul Kholiq yang akrab disapa Ustad Pono. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“DPT Pemilu 2019 di Kubar sebanyak 114.872 orang dan jika dibulatkan, 10 persen sebanyak 11.500 KTP-el. Tapi Kalau bisa sediakan dua kali lipat, atau setidaknya 18.500 KTP-el,” katanya kepada KabarKubar.

Catatan KabarKubar, dari tiga Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kubar sebelumnya, Rama Asia memiliki simpatisan yang konsisten memberikan dukungan di bilik suara. Pertama di Pemilihan Kepala Daerah tahun 2006 saat berpasangan dengan Encik Mugnidin. Duet birokrat yang didukung Partai Damai Sejahtera, Partai Pelopor dan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan ini, meraih 22.800 suara. Pasangan bernomor urut 1 ini, kalah dari duet Ismail Thomas-H Didik Effendi yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional dengan perolehan 27.639 suara.



Pilkada Kubar 2011, Rama Asia kembali maju dengan H Abdul Azizs sebagai pasangannya. Hasilnya, pasangan birokrat ini meraih 36.007 suara. Namun Rama Asia harus mengakui keunggulan Ismail Thomas yang kembali berpasangan dengan Didik Effendi dan memeroleh suara sebanyak 40.512.

Terakhir di 2015, Rama Asia dan Mohammad Djaelani mengumpulkan 21.154 suara, atau sebanyak 25,48 persen dari 363 Tempat Pemungutan Suara. Pemenangnya pada Pilkada 15 Desember 2015 itu adalah pasangan FX Yapan dan Edyanto Arkan yang meraih 34.038 Suara atau 41 persen. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here