Masjid Al Ikhwan, Merupakan Masjid Tertua di Linggang Bigung

Masjid Al Ikhwan Linggang Bigung merupakan Masjid Tertua di Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. Berdiri sejak Tahun 1980, berukuran 9 x 9 Meter, Jumat, 1/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG-KABARKUBAR.COM
Semangat mengumpulkan harta di Surga, itulah terpatri didalam hati warga jemaah Masjid Al Ikhwan Linggang Bigung. Tanpa harus meminta bantuan dana dari Pengendara yang melintas, Perusahaan atau menjalankan segala macam proposal, mereka bergotong royong dengan hati ikhlas merehab masjid. Kini masjid mungil telah berubah dengan ukuran yang cukup luas untuk beribadah. Semua itu berkat swadaya warga jemaah sendiri.

“Intinya kita bekerja dengan ikhlas, tidak meminta bantuan keluar. Semua pemberian, usaha dan kerja keras guna mengumpulkan pahala. Ini merupakan bagian dari ibadah. Jika kita bisa mengumpulkan harta di Surga dengan beramal, buat apa harus meminta bantuan keluar,” ujar Wakil Ketua Pengurus Masjid Al Ikhwan Linggang Bigung, Iskandar, Minggu 1/9/2017.

Untuk perehaban masjid yang berlokasi di Kampung Linggang Bigung, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat itu, telah menghabiskan 107 Meter3 kayu. Masjid kecil ‘disulap’ menjadi ukuran yang cukup luas, dengan bentuk ornamen kayu yang sangat menarik. Keseluruhan kontruksi bangunan masjid terbuat dari kayu, namun tak kalah indah dibandingkan masjid yang memakai keramik atau bentuk semenisasi lainnya.

Masjid Al Ikhwan Linggang Bigung Berlokasi di Kampung Linggang Bigung, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. Setelah direhab dengan Swadaya Jemaah, ukurannya menjadi lebih Luas, yakni 9 x 30 Meter. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

“Sebelumnya ukuran masjid hanya berukuran 9 x 9 meter. Bisa menampung sekitar 200 jemaah, namun itupun sebagaian jemaah harus rela beribadah diluar. Sebab ukurannya masih kecil dan belum bisa menampung semua jemaah untuk beribadah didalam masjid,” terang Iskandar. Ia menambahkan, Pengurus Masjid yakni, Ketua H Samsul, Sekretaris Rudin Akas, Bendahara H Jamaluddin. Sementara Iskandar menjabat sebagai Wakil Ketua sekaligus merangkap Kepala Tukang dan Arsitektur.

Setelah direbab, kini masjid yang berdiri sejak tahun 1980 dan merupakan masjid tertua di Kecamatan Linggang Bigung itu, berukuran 9 x 30 meter. Bisa menampung sebanyak sekitar 700 jemaah. Pembangunannya sendiri telah dimulai semenjak tahun 2016 lalu, yakni usai pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

“Semua kebutuhan material serta pekerjaan murni dari warga jemaah. Apa yang dibutuhkan dilakukan dengan lelang. Belum ada meminta bantuan dari luar dan rencana pun sepertinya juga tidak ada,” ungkapnya.

Saat ini, perehaban mesjid membutuhkan kayu untuk Plafon Masjid. Pihak Pengurus Masjid juga sudah berencana hendak melakukan lelang, guna mendapatkan material yang dibutuhkan pada perehaban masjid. “Untuk Plafon, kita membutuhkan kayu Arrow. Sementara untuk kontruksi masjid, kita mempergunakan Kayu Kulim,” sebutnya.
#REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here