Muslikin: Syarat utamanya ada jaringan internet”

In House Training dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2020 di Gedung SMP Negeri 2 Muara Pahu. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

MUARA PAHU – KABARKUBAR.COM
Sejak merebaknya wabah Corona Virus Disease 2019, Sekolah Dari Rumah atau School From Home mulai diterapkan di Indonesia. Menggunakan kecanggihan teknologi, kegiatan belajar mengajar dilakukan tanpa harus bertemu langsung antara guru dan murid. Meski biaya pendidikan relatif meningkat karena harus membayar ketersediaan internet, hal ini juga menekan operasional sekolah dan siswa.

Kebijakan pemerintah untuk menerapkan School From Home memunculkan ide bagi tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Gunung Bayan. Sekolah ini melahirkan visi sekolah yang ingin membuat sekolah dengan penggunaan kertas yang minim.



“Kita ketahui bahwa bahan baku kertas adalah kayu. Dengan penghematan kertas, maka ke depannya akan berujung pada penghematan penggunaan kayu. Artinya adalah pelestarian hutan alam,” kata Muslikin, Kepala SMPN 2 Gunung Bayan pada Minggu, 26 Juli 2020.

Muslikin menjelaskan kepada KabarKubar, sekolah yang sebelumnya bernama SMP Negeri 2 Muara Pahu itu telah mengadakan In House Training atau IHT. Kegiatan yang mengangkat tema Paperless School Programme atau Program Sekolah Tanpa Kertas, diadakan pada Rabu, 22 Juli 2020 lalu.

Pekerja memasang jaringan internet yang diterima dari Parabola. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Dari kegiatan itu, kata Muslikin, juga akan memacu guru, siswa bahkan orangtua untuk melek teknologi. Sebab Paperless School Programme adalah sebuah program sekolah dengan penggunaan jaringan internet atau web sebagai media belajar. Program yang sangat cocok diterapkan pada masa pandemi seperti sekarang ini.

“Karena tanpa tatap muka, dan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar,” terang pria dengan gelar akademik Sarjana Pendidikan ini. Materi In House Training disampaikan oleh Nurli Adelan dan Muslikin sebagai instruktur.

Muslikin saat sekolahnya baru dipasangi internet satelit. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Diakui Muslikin, ada syarat utama harus dipenuhi. Yakni ada jaringan internet. Sementara Kampung Gunung Bayan adalah wilayah yang sinyal internetnya sangat lemah. Meski demikian, sekolahnya terus berupaya menjalankan program Sekolah Tanpa Kertas dengan menggunakan Local Area Network atau Jaringan Area Lokal.

Juga menggunakan Intranet. Yakni jaringan privat yang menggunakan protokol-protokol internet, untuk membagi informasi di internal.  Lokasi sekolah ini berdiri di Kampung Gunung Bayan, Kecamatan Muara Pahu.



Adanya bantuan pemerintah berupa perangkat parabola penangkar sinyal, manggoesky, sangat membantu sekolah. Terutama dalam ketercapaian Paperless School Programme. Seluruh masyarakat sekolah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Yakni guru, siswa dan warga dalam percepatan pembangunan pendidikan di Kubar.

SMPN 2 Gunung Bayan tercatat sebagai sekolah dengan Akreditasi B. Didirikan dengan Surat Keputusan Pendirian Sekolah Nomor: 425.11/031/2010 tertanggal 20 Januari 2010. Memiliki Nomor Pokok Sekolah Negeri: 30402364. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here