Sekda: “Malah beliau maunya sejak Januari, agar Pak Asrani bisa konsentrasi”

Sekretaris Kabupaten Kutai Barat, Drs. Yacob Tullur, MM. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Tekad Asrani untuk mendampingi H Ahmad Syaiful dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kutai Barat tahun 2020 ini sudah bulat. Ia pun mengajukan permohonan Pengunduran Diri dari jabatannya sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Barat. Surat tertanggal 20 Januari 2020 itu ditandatangani di atas materai, dan ditujukan kepada Bupati Kutai Barat, FX Yapan.

Sekretaris Kabupaten Kutai Barat, Yacob Tullur mengakui surat yang diajukan Asrani telah diterima. Sebagai pimpinan tertinggi Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil di Kubar, ia telah menandatangani. “Bupati telah menyetujui dan menandatanganinya. Permohonannya telah diproses oleh BKD (Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan Daerah),” katanya di ruang kerja pada Senin, 2 Maret 2020.

Yacob Tullur mengungkapkan, tidak benar jika ada niat untuk mengabaikan permohonan Asrani. Apalagi untuk mengganjal langkah politik Asrani untuk menduduki posisi ‘Orang Kedua’ di Tanaa Purai Ngeriman. “Bupati langsung tandatangan begitu menerima surat itu. Malah beliau (Bupati Kubar) maunya sejak Januari, agar Pak Asrani bisa konsentrasi dalam urusan politiknya,” katanya.

Soal pengunduran diri itu disebut sebagai hak seseorang, termasuk Asrani. Selanjutnya adalah melakukan koordinasi dengan BKD Kubar. Jika dibutuhkan surat pengantar ke Badan Kepegawaian Negara untuk mengurus pensiun dini, dipastikan akan dibantu BKD Kubar. “Bupati juga meminta segera diproses dan dibantu dengan baik. Justru bagus, karena banyak orang mau jadi ASN, dan ingin ada posisi. Bisa kita menempatkan orang lain jadi Asisten III,” kata Yacob Tullur.

Ditambahkannya, semua hak Asrani sebagai ASN maupun pejabat tidak lagi diberikan sejak 1 Februari 2020. Sehingga Asrani tidak terhalang atau terbentur langkah politiknya. “Sudah total berhenti, semua gaji dan tunjangan tidak lagi diberikan. Soal Pensiun Dini itu urusannya di BKN,” tegas mantan Kepala Dinas Sosial Kubar ini.

Dijelaskan Kepala BKPPD Kubar, Nopandel, Pangkat/Golongan Ruang Asrani saat ini adalah Pembina Utama Muda atau IVC. Masa bakti Asrani sebagai ASN terhitung hingga tahun 2023 mendatang. Dalam surat tersebut, Asrani mengajukan permohonan Pengunduran Diri dari jabatan saat ini terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Februari 2020.

Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Kutai Barat. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Alasannya, karena akan mencalonkan diri sebagai Pasangan Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Kubar Periode 2021-2024. Asrani pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya selama menduduki jabatan Asisten III. Juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan selama menjabat.

“Berkasnya sudah dibawa ke BKN di Banjarmasin (Kantor Regional VIII BKN di Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan). Kita tinggal tunggu proses disana untuk proses Pensiun Dini. Kalau dari Kubar sudah beres,” kata Nopandel yang pernah menjabat Kepala Bagian Humas Setkab Kubar.

Sebelumnya, Asrani menyatakan tekadnya sudah bulat untuk mengundurkan diri dari jabatannya maupun status ASN. Sebagaimana aturan hukum yang berlaku dalam bidang politik. “Saya tetap maju, dan siap mundur dari PNS. Sudah siapkan pengunduran diri, agar tidak terganjal dalam pencalonan di Pilkada,” katanya kepada KabarKubar pada Kamis, 21 November 2019 lalu di ruang kerjanya. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here