Juan Jenau: The last minute moment, sangat menentukan

Juan Jenau saat menerima SK Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mahakam Ulu dalam Konferensi Daerah DPD PDI Perjuangan di Hotel Grand Senyiur, Kota Balikpapan. ARSIP/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM

Meski tampak sepi, pertarungan menuju kursi Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu tetap jadi pembahasan menarik. Khususnya soal langkah Bonifasius Belawan Geh dan Yohanes Juan Jenau, yang saat ini adalah pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mahulu. Jika Boni sudah dipastikan maju lagi sebagai Calon Bupati Mahulu periode 2020-2024, langkah Juan Jenau masih dipertanyakan.

Memiliki empat dari 20 kursi di DPRD Mahulu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sudah memenuhi syarat untuk mengusung sendiri kadernya di Pilkada Mahulu tahun 2020 ini. Juan Jenau selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Mahulu, tetap dijagokan oleh ‘Kepala Banteng’. “Saya sudah kondisikan dan antisipasi. Saya siap maju,” ujar Juan Jenau kepada KabarKubar.



Ditanya adanya kabar jika Boni akan menggandeng Yohanes Avun -Sekretaris Kabupaten Mahulu- dengan sembilan kursi di DPRD Mahulu, Juan Jenau mengaku sudah siap. Ia pun tidak menampik kabar menyebutkan ia akan maju bersama Frederik Bid -mantan Penjabat Bupati Mahulu- sebagai pendampingnya. “Semua bisa saja terjadi,” katanya.

Juan Jenau juga tidak menampik kabar diterima KabarKubar dari elit politik Partai Gerakan Indonesia Raya dan PDI Perjuangan di tingkat provinsi. Yang menyebut Boni selaku Ketua DPC Partai Gerindra Mahulu, akan tetap berpasangan dengan Juan Jenau untuk periode kedua mereka. “Sejauh ini, saya belum ada pembahasan secara detail. Ini kan politik, tetap saja cair. The last minute moment (saat menit akhir), sangat menentukan. Saya ini tetap terbuka dan menghargai semua proses yang terjadi,” katanya.

Pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Kutai Barat periode tahun 2000-2004 ini menegaskan, ia tetap mengikuti proses dan mekanisma dalam partai politiknya. Tidak hanya internal PDI Perjuangan, proses di Partai Gerindra juga diikuti dengan mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Mahulu.

“Masih lama waktu pendaftaran, proses lagi berjalan. Ya bagaimana keputusan akhir, terserah keputusan DPP partai,” beber Juan Jenau yang juga pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Kubar periode 2004-2009, dan Wakil Ketua DPRD Mahulu tahun 2014-2015.

Diakui Juan Jenau, dalam politik tidak ada musuh atau teman sejati. Namun berdasarkan kepentingan. “Jika saling menguntungkan, why not. Dengan pilih tetap bergabung, atau berpisah itu adalah pilihan, pastilah partai memilih jalan terbaik. Bergabung atau berpisah, bagi saya tidak ada masalah. Saya tidak ada beban, saya enjoy saja,” pungkasnya.

Untuk diketahui dari hasil Pemilu tahun 2019, PDI Perjuangan meraih 25 persen kursi di DPRD Mahulu. Hasil itu adalah akumulasi perolehan suara sebanyak 3.535 atau 19,2 persen dari total 18.349 suara sah. Mereka yang duduk dari PDI Perjuangan paykasa adalah Martina Luaq, Tiofilus Hanye, Serlili dan Videlis Tekwan Kuway.



Sementara hasil Pilkada Mahulu tahun 2015 lalu, Pasangan Bonifasius Belawan Geh dan Juan Jenau dengan nomor urut 1, meraih 6.227 suara atau 38,68 persen dari 16.097 suara sah. Pasangan Muhammad Syafri Ruslan dan Valentinus Tingang memeroleh 5.966 Suara atau 37,06 persen. Terakhir, Pasangan Stanislaus Liah dan Kila Ulee Herman mendapat 3.904 suara atau 24,25 persen.

Dengan 71 Tempat Pemungutan Suara, Daftar Pemilih Tetap pada Pilkada Mahulu tahun 2015 sebanyak 21.216. Yang terdiri dari 10.603 pria dan 8.894 wanita. Namun yang menggunakan hak pilih hanya 15.979 orang, dengan rincian 7.623 pria dan 6.767 wanita. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here