Ada Kemungkinan Didik Effendi Maju ke DPRD Kubar

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Kutai Barat, Syachran Eric Lenyoq, saat menyerahkan berkas administrasi partainya kepada Ketua KPU Kubar, FX Irianto, Oktober 2017 lalu. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Partai Kebangkitan Bangsa meraih tiga kursi di Gedung DPRD Kabupaten Kutai Barat pada Pemilihan Umum tahun 2014 lalu. Perolehan itu membuat PKB mendapatkan posisi Wakil Ketua DPRD Kubar. Hanya saja, terjadi pergeseran kursi pimpinan DPRD Kubar dengan dibentuknya DPRD Kabupaten Mahakam Ulu. Kursi ditempati Moch Japrie Ding yang berpindah menjadi Wakil Ketua DPRD Mahulu, akhirnya hilang. Dan PKB Kubar pun hanya punya dua kursi tersisa.

Punya target untuk meraih kursi pimpinan DPRD Kubar di tahun 2019, PKB Kubar terus memantapkan persiapan menuju Pemilu 2019. Di samping mengawal agenda Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tahun 2018, dan Pemilihan Presiden tahun 2019. Saat ini, berkas bakal calon legislatif untuk DPRD Kubar sedang dikumpulkan untuk dicermati.

“Sampai akhir Juli 2018 ini, karena Agustus sudah verifikasi di KPU Kubar,” ungkap Ketua DPC PKB Kubar, Syachran Eric Lenyoq, Selasa 5/6/2018 di Sekretariat DPC PKB Kubar, Jalan Pattimura RT 29 Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak.

Ditanya soal nama-nama Bacaleg PKB Kubar, Eric Lenyoq belum dapat membuka satu persatu. Namun diakuinya, sejumlah nama kemungkinan besar menjadi pendulang suara bagi PKB di Pemilu 2019 nanti. “Kita masih simpan amunisi, nanti akan kita buka juga,” ujarnya.

Pengurus DPC PKB Kubar usai mengantarkan berkas administrasinya ke KPU Kubar pada Oktober 2017 lalu. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Kabar menyebut H Didik Effendi yang saat ini menjabat Koordinator Wilayah DPW PKB Kaltim urung maju ke DPRD Provinsi Kaltim, Eric tidak ingin memastikan. Namun ia menyebut Didik Effendi bisa saja menjadi salah satu andalan PKB untuk DPRD Kubar. “Kita juga berharap Pak Didik Effendi jadi pendulang suara di Pileg 2019. Ini bisa saja terjadi,” kata Eric Lenyoq.

Ditambahkannya, aturan hukum terkait Politik Uang (money politic) yang ditegaskan KPU RI, menjadi tambahan semangat bagi para kader maupun simpatisan. Terlebih bagi mereka yang berniat maju ke Gedung Dewan. Sehingga dipastikan tidak akan ada kecurangan di Pemilu 2019, karena sesama caleg akan saling mengawasi. “Sekarang ketahuan money politic langsung didiskualifikasi. Jadi tidak bisa main-main, dan semua caleg berpotensi tetap berpeluang besar,” ucapnya.

Pernah duduk sebagai Ketua Komisi C di DPRD Kubar periode 2004-2009, Eric Lenyoq mengaku tidak akan bertarung lagi merebut kursi di Dewan. Sejumlah kader PKB berpotensi dan memiliki basis massa yang jelas, masih setia di PKB. Misalnya Murdiansyah, asal Kecamatan Long Iram yang kini duduk di DPRD Kubar. Demikian juga Alimansyah Ukon, yang juga pernah duduk di DPRD Kubar periode 2004-2009. Sekretaris DPC PKB Kubar ini punya basis massa di kawasan perkotaan, Sendawar.

Satu lagi yang masih diandalkan PKB Kubar untuk meraih suara signifikan, adalah Syaparuddin. Pria yang telah duduk sebagai Wakil Rakyat Kubar sejak tahun 2009 ini, pernah merasakan manisnya kursi Wakil Ketua DPRD Kubar. “Kalau saya sudah ketuaan (terlalu tua) untuk di DPC (tingkat kabupaten),” kata Eric Lenyoq dibarengi tawa. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here