Rekor Ke 5 Diciptakan di Kubar

Bupati Kutai Barat FX Yapan, didampingi Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan, Kapolres Kubar AKBP Pramuja Sigit Wahono dan Dandim 0912/KBR Letkol Infanteri Hendriawan Senjaya, saat menerima Rekor dari Musium Rekor Dunia Indonesia, Selasa 22/8/2017. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK-KABARKUBAR.COM
Kabupaten Kutai Barat mencetak Rekor ke 5 kalinya di catatan Musium Rekor Dunia Indonesia atau MURI. Rekor kali ini adalah Tarian Gantar Oleh Anak Usia Dini Terbanyak. Yakni penampilan 2.709 Anak dari kalangan usia dini dan murid sekolah dasar, yang membawakan Tari Gantar.


Mereka membawakan tarian daerah asal Suku Dayak Tunjung dan Benuaq itu di Taman Budaya Sendawar, Jalan Sendawar Raya ,Kecamatan Barong Tongkok, Selasa 22/8/2017. Piagam Rekor MURI yang dicetak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2017, diserahkan Manager MURI kepada Bupati Kubar, FX Yapan.

“Karsa, karya dan prestasi ini kami catat di MURI pada urutan rekor yang ke 8.057,” ucap Manager MURI, Ariyani Siregar dalam kata sambutan di Podium Panitia.

Ariyani mengungkapkan, ada rekor lain telah diciptakan Kubar yang dicatat di MURI. Pertama adalah Menyumpit Dengan Peserta Terbanyak pada November 2012, yang melibatkan 2.100 Penyumpit. Kemudian Penanaman Bibit Pohon Buah Holai Terbanyak, dengan 32.000 bibit pada November 2013. Lalu tepat di Ulang Tahun Kabupaten Kutai Barat, 5 November 2015, dicetak rekor Pembangunan 3 Pusat Kegiatan Ibadah Secara Bersamaan.

Sebanyak 2.079 anak mencetak Rekor Tarian Gantar Oleh Anak Usia Dini Terbanyak yang dicatat Musium Rekor Dunia Indonesia, di Taman Budaya Sendawar, Selasa 22/8/2017. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Terakhir, Lomba Berbusana Ulap oleh Perempuan Terbanyak, dengan 2.600 peserta pada 15 November 2016. “Sebagai Rekoris (Pencatat Rekor) adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Kubar dan Bunda PAUD Kabupaten Kubar, Yayuk Seri Rahayu,” imbuh Ariyani Siregar yang datang didampingi Deputy Manager MURI, Yuli Astuti.

Lewat peringatan HAN, Bupati Kubar berharap masyarakat menyadari pentingnya hak asasi anak Indonesia. Setiap keluarga agar menunjukkan fungsinya terhadap perlindungan anak. “Di era moderen ini, perlu pengawasan anak-anak kita, supaya tidak ketinggalan dalam mengikuti kemajuan teknologi dan informasi. Banyak anak kita kurang mendapatakan perhatian dan pengawasan dari orangtua. Acara ini bukan hanya seremonial semata, melainkan ada tindak lanjut di mana anak-anak bisa mencintai kesenian masyarakat,” kata FX Yapan.

Sementara Bunda PAUD Kubar, Yayuk Sri Rahayu mencermati pesatnya perkembangan teknologi di era moderen ini. Namun anak-anak justru kurang mampu bersosialisasi dengan lingkungannya. “Menyadari hal ini, kita harus menuntun mereka agar tidak ketinggalan informasi dan perkembangan teknologi. Semoga keluarga memaksimalkan fungsinya menjaga anak-anak usia dini, dan perlu pengawasan supaya mereka tidak terjeremus dengan hal yang tidak baik,” pesannya.

“Seneng kak bisa tampil ramai-ramai sama temen-temen,” kata Reza, peserta PAUD dari SD 04 Melak Ulu dan diamini teman sekolahnya, Bowo dan Wisnu.

“Sangat bagus dan keren, unik anak-anak usia dini menari tarian daerah, sangat menarik,” celetuk Andi Rahmadani, warga Kecamatan Melak yang menyaksikan aksi anak PAUD menari.

Selain para peserta dan masyarakat yang meramaikan TBS, hadir sejumlah undangan khusus. Antara lain, Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan, Sekretaris Kabupaten Yacob Tullur, Dandim 0912/KBR Letkol Inf Hendriawan Senjaya, Kapolres Kubar AKBP Pramuja Sigit Wahono, Kasubag Bin Kejari Sendawar Syafarudin, Ketua Persit KCK Kodim 0912/KBR Lestari Hendriawan beserta anggota, dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kubar.

Penulis: Lilis Sari
Editor: Sonny Lee Hutagalung


Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here