Panen Ikan Toman, Kentiak, Biawan dan Seluang

Sebagian ikan Toman yang didapat dari hasil menjala di Sungai Jantaq, Kampung Kelumpang, sedang dibersihkan oleh para wanita. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MOOK MANAAR BULATN – KABARKUBAR.COM
Tidak dipungkiri, arahan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona membuat banyak orang bingung mau melakukan apa. Jenuh karena diminta untuk berdiam di rumah, tapi risiko terinfeksi virus yang sedang menjangkiti seluruh dunia itu menjadi pikiran. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengusir jenuh, sekaligus mencari tambahan rejeki.

“Anak saya itu (Amlah) yang lempar jala dan dapat banyak ikan Toman. Cuma hari ini tidak sebanyak lusa kemarin,” kata Sius Sulahera yang juga sedang menjala di Sungai Jantaq Kampung Kelumpang, Kecamatan Mook Manaar Bulatn pada Kamis, 16 April 2020 siang.

Rahim, warga Kampung Gunung Rampah, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, melempar jala di Sungai Jantaq, Kampung Kelumpang pada Kamis, 16 April 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Pria asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah menikah dengan wanita asal Kampung Jengan itu menyebut kemunculan ikan kurang pada hari ini. Sebab air di Jembatan Lida itu sudah surut dibanding beberapa hari sebelumnya. “Kalau tiga hari lalu, setiap lempar jala, bisa dapat setengah kilo ikan. Kebanyakan ikan Kentiaq, Biawan dan Seluang,” katanya.

Amlah, anak pertama Sius Sulahera, membuat belasan orang yang ikut mencari ikan di Sungai Jantaq berdecak kagum. Sebab hampir setiap jala dilemparnya, puluhan ikan Toman yang masih berukuran sedang tersangkut. Berbagai macam ikan pun memenuhi ember bekas tempat cat berukuran 25 kilogram, yang lebih separuh adalah Toman.



“Sayangnya sudah banyak yang menjala di hilir jembatan itu. Jadi kita di sebelah sini saja, lumayan banyak ikan Kentiaq,” ungkap Teng, warga Kampung Sekolaq Oday yang datang bersama seorang anaknya.

Nikmatnya ikan panggang hasil menjala di Sungai Jantaq, disiapkan untuk santap siang di tepi rawa. EKILOVIS/KABARKUBAR.COM

Menurut Timotius, pada pagi hari lebih banyak ikan di Sungai Jantaq. “Kebetulan istri saya dari Kelumpang ini. Saya sempatkan menjala, karena memang banyak ikan kalau kondisi air seperti sekarang ini,” kata pria yang adalah Ketua RT 1 Beringin di Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat.



Hal sama dikatakan Rahim yang datang dari Kampung Gunung Rampah, ibukota Kecamatan Mook Manaar Bulatn. “Saya datang karena dengar lagi banyak ikan disini. Tadi pagi memang banyak, kalau siang begini sudah jarang muncul ikannya. Mungkin nanti sore banyak lagi,” ujar pria yang mengaku istrinya bernama Hadiah, berasal dari Geleo Asa di Kecamatan Barong Tongkok.

“Ini kita datang cari ikan, juga karena Corona. Capek rasanya di rumah terus, makanya jalan saja ke hutan begini. Lumayan juga dapat ikan, bisa buat lauk, dan kalau banyak bisa dijual. Kalau mau berendam bah, enak juga rasanya dingin,” kata Karya, warga RT 9 Kelurahan Barong Tongkok.

Timotius, Ketua RT 1 Beringin, Kecamatan Sekolaq Darat, membawa pukat untuk dipasang di hilir Sungai Jantaq. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Pantauan KabarKubar, sekitar 30 orang yang dari siang mencari ikan di Sungai Jantaq didominasi warga Kampung Jengan. Ada tujuh orang yang mencari ikan dengan menjala, dua orang dengan cara memasang pukat di bagian hilir. Bermacam jenis ikan didapat, antara lain Toman, Kentiaq, Biawan, Seluang, Kelabau dan Bantaq.

Ikan yang didapat dibersihkan oleh para wanita rekan penjala. Kemudian sebagian dibakar atau dipanggang di tepi sungai. Makan siang pun digelar di lokasi yang tampak tanahnya turun, sehingga jembatan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan lebih. Sedangkan kendaraan roda dua melewati jembatan kecil di sebelah hulu sungai. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here