Kosongnya Blanko e-KTP Dikeluhkan Masyarakat

Rusman, warga Kelurahan Melak Ulu ingin mengganti e-KTP miliknya yang sudah terlihat rusak.    ANDRY ANHAR/KABARKUBAR.COM

MELAK – Kantor Kecamatan Melak terus didatangi warga yang ingin melakukan perekaman data kependudukan sebagai syarat pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Sayangnya, pelayanan rekam e-KTP sementara tidak bisa dilakukan disana. Sebab sejumlah alat perekaman telah rusak. Sehingga masyarakat diminta untuk langsung mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Perkantoran Pemerintah Kutai Barat di Barong Tongkok.

Menurut Camat Melak, HM Japar, alat yang rusak sudah sejak tahun 2015. Sejumlah alat rekam yang penting mulai rusak, bahkan sekarang tidak dapat digunakan lagi. Seperti alat rekam sidik jari, mesin perekam retina mata, dan  PC (Personal Computer. “Server pun ikut rusak. Makanya pelayanan langsung kami arahkan ke Disdukcapil,” katanya, Kamis 6/7/2017 di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, peralatan yang rusak sudah diupayakan untuk diperbaiki. Artinya, tidak lantas diganti dengan yang baru, karena berkaitan dengan kebutuhan anggaran. “Jika masih dapat diperbaiki sendiri, ya akan kami diperbaiki. Contohnya komputer server yang sering rusak, tapi kalau masih bisa diperbaiki, ya kami perbaiki,” ungkap Japar.



Selain kerusakan alat perekaman, Japar mengakui tidak adanya persediaan blanko e-KTP juga dikeluhkan warga. Sebab, ada banyak urusan yang membutuhkan identitas jelas seperti e-KTP. Namun, kebijakan yang sama di seluruh Indonesia juga diberlakukan di Kubar. Yakni, surat keterangan yang diterbitkan Disdukcapil Kubar sebagai pengganti e-KTP. “Itu berlaku sebagaimana e-KTP, karena kosongnya blanko bersumber dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat juga memahami kerusakan alat perekaman e-KTP itu. Sebab masih bisa langsung ke Disdukcapil. Begitu juga dengan kosongnya blanko e-KTP. “Untuk kepastian kapan blanko e-KTP tersedia, saya rasa semua daerah sama-sama menunggu kepastian. Yang jelas saya dengar, sekarang Kemendagri sudah melakukan proses lelang untuk pengadaannya. Kita berharap segera terealisasi,” terang Japar.

Ditanya berapa penduduk Kecamatan Melak yang bermohon e-KTP, Japar mengaku tidak ada data pasti. Sebab warga sudah mengurus langsung ke Disdukcapil. Sedangkan data kependudukan, sesuai buku Kecamatan Melak Dalam Angka Tahun 2016, penduduk Melak berjumlah 10.962 orang. Terdiri dari 5.735 pria dan 5.227 wanita. Rincinya, penduduk Kampung Empas sebanyak 487 orang, Kampung Empakuq 298, Kampung Muara Bunyut 840, Kelurahan Melak Ilir 3.456, Kelurahan Melak Ulu 5.542 dan Kampung Muara Benangaq 339.    Andry Anhar

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here