Hilangkan jenuh dan cari rejeki dari ikan kecil

Hasil Nyeroa dimasak dengan beragam cara di tepi jalan penghubung Melak-Muara Bunyut. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Sudah jadi pandangan biasa di tepi jalan penghubung Melak-Muara Bunyut, tepatnya di Dusun Muara Barong, RT 13 Kelurahan Melak ilir, Kecamatan Melak. Terutama di saat air Sungai Mahakam sedang naik atau pasang. Beberapa orang tampak duduk di tepi jalan sambil memanggang ikan, atau terlihat sedang memancing ikan. Ada juga tampak duduk menunggu teman atau saudara yang masuk ke rawa dalam belukar untuk memasang perangkap ikan.



“Ini ikan hasil kami Nyeroa, ayo ikut makan. Pilih saja mau yang dimasak apa, atau bisa semua dicicipi. Masih banyak lagi belum diangkat dalam hutan (rawa) sana. Kemarin dapat 20 kilo dari siang sampai sore,” kata Nyalur, warga Kampung Sekolaq Oday yang lebih dikenal dengan nama kampung Kwangan di Kecamatan Sekolaq Darat.

Nyalur, warga Kwangan menikmati hasil Nyeroa bersama rekannya di tepi air dan tepi jalan pada Minggu, 12 April 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Nyeroa dalam bahasa Dayak Tunjung, adalah kegiatan menangkap ikan dengan media botol plastik bekas, yang dilubangi di bagian tengah dan diberi umpan di dalamnya. Seroa sebagai media, biasanya menggunakan botol bekas air mineral.

“Isi dengan bama (pakan ikan atau ternak), ikatkan ke pohon kecil dan tinggalkan. Nanti sekitar sejam baru diangkat, sudah banyak ikan masuk,” ujar Ekilovis, warga RT 5 Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok pada Minggu, 12 April 2020.

Nyeroa tidak hanya sekedar mencari ikan, tapi memiliki seni tersendiri saat menjelajahi hutan yang sedang banjir. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menurut Kepala Kampung atau Petinggi Sekolaq Muliaq, Nanang, pada saat air sungai mulai naik, banyak ikan kecil yang muncul. “Lumayan asyik cari ikan dengan Nyeroa. Pas Ketak (mengangkat Seroa), senangnya lihat banyak ikannya,” kata pria yang datang bersama tiga rekan dari kampung yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi Nyeroa.

Ramu yang datang bersama istri Nyalur dari Kwangan mengatakan, beragam jenis ikan kecil didapat dari Nyeroa. Jika Seroa dipasang di Sungai Mahakam, kemungkinan hanya ikan Seluang yang didapat. “Ini ada dapat ikan Klabau, Tusur Tatuq, Bantaq dan Seluang. Seroa dipasang di dalam Talutn (hutan) yang sudah banjir,” jelasnya.

Ramu bersama para ibu lainnya membersihkan ikan hasil Nyeroa, agar tidak membusuk sebelum tiba di rumah. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Enak makan begini di hutan. Kalau di rumah belum tentu selera kita makan sampai banyak begini. Ayo dipilih makan yang Polon (dipanggang dalam daun pisang), kalau bahasa Pahu (selain Dayak) dibilang Pais. Ada juga Binak (direbus dalam bambu), atau yang Tinuq (panggang) ini juga enak,” katanya mengajak KabarKubar untuk ikut bersantap siang di tepi jalan dan tepian air rawa.



Dijelaskan Nartin, warga RT 13 Muara Barong, lokasi yang banyak orang Nyeroa saat air Sungai Mahakam sedang pasang adalah Sogon. “Biasanya rame disini orang pasang Seroa. Mungkin karena ada virus corona, makanya sedikit orang datang,” kata pria yang lahir dan besar di Muara Barong. Ia pun terlihat membawa banyak ikan dari hasil menjala dan memasang pukat di dalam kawasan Sogon. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here