Pelaku Karhutla Akan Diberi Sanksi Hukum Berat

Personel TNI dari Jajaran Kodim 0912/KBR saat memadamkan api di lahan masyarakat di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK- KABARKUBAR.COM
Membakar hutan dan lahan untuk pertanian atau perkebunan, merupakan cara yang cepat serta tidak membutuhkan biaya yang besar. Upaya ini sering dilakukan oleh masyarakat atau Perusahaan. Padahal, disadari atau tidak, akibat Kebakaran hutan dan lahan, telah menimbulkan banyak kerugian kepada masyarakat.

Kerugian yang diakibatkan Karhutla, diantaranya, merusak ekosistem lingkungan, menimbulkan penyakit Akut Pernafasan atau Ispa bagi masyarakat, tergangunya perekonomian akibat distribusi pangan dan sandang tersendat, serta transportasi udara menjadi terhenti. Selain itu masih banyak kerugian lainnya, yang akibatnya akan dirasakan masyarakat secara luas, bahkan sampai ke Negara Jiran (Negara Tetangga- red).

Personel Kodim 0912/KBR bersama Polri, BPBD dan masyarakat saat mensosialisasikan tidak membakar hutan dan lahan.REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Karhutla merupakan bencana yang sering melanda wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Berdasarkan rapat di Tingkat Provinsi, Komandan Resort Militer ditunjuk sebagai Komandan Satgas penanggulangan Karhutla di tingkat provinsi. Maka secara otomatis, seluruh Dandim di wilayahnya masing-masing menjadi Komandan Sub Satgas.

Komandan Distrik Militer 0912/KBR, Letkol Inf Hendriawan Senjaya mengatakan, selain rutin melakukan giat pencegahan Karhutla, Jajaran Kodim juga menerima perintah operasi langsung dari Komandan Resort Militer.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah, Instruksi Presiden dan Ketentuan Kearifan Lokal, seluruh masyarakat diimbau untuk mengantisipasi agar tidak terjadi Karhutla. Kepada Pelaku Karhutla, ada sanksi hukum yang berat. Baik itu oknum masyarakat maupun Perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan,” tegas Dandim 0912/KBR, Letkol Inf Hendriawan Senjaya di Makodim, Kamis 28/9/2017.

Disejumlah Koramil Jajarannya, Kodim 0912/KBR juga membentuk tim terpadu guna mengantisipasi api serta rutin melakukan patroli terpadu. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Pemegang tongkat komando Dim 0912/KBR itu menuturkan, dalam rangka meminimalkan atau mencegah Karhutla, Jajaran Kodim 0912/KBR telah melaksanakan berbagai upaya. Baik itu sosialisasi menghimbau masyarakat agar tidak melakukan Karhutla, mensosialisasikan masyarakat anti bencana Karhutla serta pelaksanaan tanggap darurat.

“Saat ini ada 20 titik api yang besar (dampak kebakarannya 1 Ha atau lebih). Dalam upaya pemadaman, TNI bekerjasama dengan Polri, BPBD serta masyarakat. Yakni, melakukan pemadaman hingga tuntas,” sebut Orang Nomor satu Kodim 0912/KBR tersebut.

Ke- 20 titik hot spot api itu yakni berlokasi di Kecamatan Damai, Long Apari, Long Pahangai, Long Iram, Penyinggahan, Long Bagun, Muara Pahu, Melak, Jempang, Barong Tongkok, hingga Bentian Besar. “Dalam sehari kita di Up date sebanyak 2 kali, yakni pagi dan sore,” terangnya.

Melakukan pemadaman api, Personel Kodim 0912/KBR sering hingga larut malam, bahkan hingga pagi hari. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Apabila ada hot spot api, terang Mantan Danyonif Mekanis 413/Bremoro, Personel Jajaran Kodim 0912/KBR segera mendatangi lokasi kebakaran. “Hingga yang paling jauh, kejadiannya yakni berjarak 65 Km dari Makoramil terdekat. Personel berangkat Pukul 20.00 WITa, kembali pulang hingga pagi hari,” sebutnya. Ia menambahkan, hal itu diakibatkan medan menuju lokasi kebakaran sangat sulit. Pihaknya harus menggunakan Ketinting (Perahu kecil bermotor) dan dilanjutkan berjalan kaki, dengan areal lokasi yang cukup sulit.

Alumni Magister (S2) Terapan Strategi Pertahanan Darat itu lebih lanjut menyampaikan, upaya pemadaman api, meminimalkan serta mencegah Karhutla telah dilaksanakan pihaknya secara terus menerus dan dengan tindakan secepat mungkin. ”Agar setiap titik api bisa kita padamkan dan tidak sempat menjadi besar. Manakala sudah dilakukan pemadaman api di seluruh wilayah, saya berharap dan berdoa kiranya tidak terjadi kebakaran besar di Kubar dan Mahulu,” pungkasnya. #Reyber Benhouser Simorangkir

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here