Berbaris Memanjang Berkeliling Kampung Ujoh Bilang

Rombongan Penari Nebeeq dari Kampung Mamahaq Besar Kecamatan Long Bagun, yang ikut dalam Ritual Adat menjelang penutupan Festival Hudoq Cross Border 2019 Kabupaten Mahakam Ulu. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh memimpin ritual adat khusus menjelang penutupan Festival Hudoq Cross Border 2019 Kabupaten Mahakam Ulu. Ritual adat Dayak dataran hulu Sungai Mahakam itu menjadi ‘Pagar’ dari gangguan roh jahat. Acara yang digelar Sabtu 26/10/2019 sekira pukul 15.20 Wita, diadakan di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

“Ritual adat Nebeq memang harus dilaksanakan dalam festival adat terbesar tahunan Kabupaten Mahulu ini. Saya memimpin langsung, dan bersama masyarakat mengelilingi Kampung Ujoh Bilang,” ungkap bupati kepada awak media.



Tidak hanya Bonifasius Belawan Geh, puluhan pejabat Pemkab Mahulu dan tokoh masyarakat Mahulu juga ikut dalam barisan ribuan penari Nebeeq. Tampak Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Juan Jenau, Sekretaris Kabupaten Yohanes Avun yang didampingi istri masing-masing.

Dalam ritual tersebut, mereka mengenakan pakaian adat lengkap penuh corak warna, dan beriringan membentuk barisan panjang. Diiringi pukulan gong, barisan berangkat dari ujung Kampung Ujoh Bilang atau kawasan Markas Polsek Long Bagun. Kemudian berkeliling dan berakhir di Lapangan Ujoh Bilang.

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, memimpin ritual adat Nebeeq, Sabtu 26/10/2019 sore tadi. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Bupati bersama Wabup dan rombongan kemudian menaiki tribun utama, sementara ribuan masyarakat melanjutkan ritual Nebeeq mengelilingi lapangan tersebut. Momen itu diisi penampilan Yohanes Avun dengan kepiawaian memetik Sapeq (gitar Dayak) bersama grup yang dipimpinnya. Yakni, Grup Putra Daerah yang mengiringi Tarian Ngenyah Sapeq.

“Masyarakat Dayak Bahau sangat menjunjung tinggi tradisi yang sangat melekat dalam kehidupan dan menjadi kewajiban oleh penduduk setempat, khususnya di Mahulu,” kata Kepala Adat Kampung Long Pahangai, Antonius.

Pagelaran Festival Hudoq Cross Border 2019 di Kabupaten Mahakam Ulu membuahkan prestasi tersendiri. Kerja keras ribuan peserta dengan menari Hudoq tanpa henti selama 25 jam, dihadiahi penghargaan oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Pencapaian ini adalah rekor kedua setelah tahun 2018 lalu mencetak rekor menari Hudoq dengan Penari Terbanyak yaitu 2.000 peserta.



“Awalnya diajukan hanya 24 jam. Tapi setelah kita verifikasi, ternyata rekor Menari Hudoq Terlama ini berhasil mencatatkan waktu 25 jam. Ini sebuah sejarah baru bagi dunia dan Indonesia,” ungkap Deputi Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, saat menyerahkan Sertifikat Rekor MURI bernomor 9249/R.MURI/X/2019, Jumat 25/10/2019 malam kemarin.

Pemecahan Rekor tersebut dilakukan sejak Kamis 24/10/2019 pukul 19.00 Wita dan berakhir pada Jumat 25/10/2019 pukul 19.00 Wita. Tarian Hudoq oleh ribuan masyarakat yang berasal dari lima kecamatan Se-Mahulu, dilakukan di Lapangan Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. “Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi daerah lainnya di Indonesia untuk melestarikan budaya daerah,” katanya. #Lilis Sari

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here