Mega : Pancasila Disarikan Menjadi Trisila

0106_Peringatan Harlah Pancasila, HUT PDIP dan Bulan Bung Karno di DPC PDIP Kubar (1)

BARONG TONGKOK – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kutai Barat, Ismael Thomas, punya pesan khusus. Ia mengimbau seluruh pengurus DPC, Pimpinan Anak Cabang, Ranting dan anggota serta simpatisan PDIP se-Kubar, mendukung langkah Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Yakni menjadikan tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila dan ditetapkan tanggal merah atau hari libur nasional.

Thomas berharap dalam waktu secepatnya tandatangan anggota PDIP Kubar terealisasi, dan segera diantar ke Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan di Jakarta. DPC PDIP Kubar sendiri, dengan tegas mendukung keputusan PBNU. Yang disampaikan melalui surat resmi PBNU bernomor: 442/B.II.02/03/2016 tanggal 14 Maret 2016.

0106_Peringatan Harlah Pancasila, HUT PDIP dan Bulan Bung Karno di DPC PDIP Kubar (2)
MERAH MEMBARA: Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Barat, Ismael Thomas membakar ikan pada acara Peringatan Harlah Pancasila, HUT ke-43 PDIP dan Bulan Bung Karno, di halaman Sekretariat DPC PDIP Kubar.    M IMRAN/KabarKubar.com

“Yang mengusulkan secara resmi kepada Presiden Indonesia untuk menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila,” katanya dalam puncak acara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan HUT ke-43 PDIP dan dan Bulan Bung Karno di Kubar, Rabu 1/6/2016. Pada acara pagi tadi itu, ada kegiatan membakar ikan secara massal diatas tungku sepanjang 300 meter. Serta membakar Lemang diatas panggangan sepanjang 100 meter.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri berpesan, agar seluruh masyarakat Indonesia menjadikan Pancasila sebagai ideologi, falsafah bangsa dan mengedepankan gotong royong. “Jadikan sebagai roh, norma dan filsafat. Karena Pancasila telah membimbing Indonesia merdeka dan berdaulat. Berfungsi sebagai alat efektif mempertautkan bangsa Indonesia dalam Bhineka Tunggal Ika,” tegasnya dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Ismael Thomas.

Menurut Mega, Pancasila sebagai ideologi dinamis, telah mempersatukan bangsa Indonesia. Hendaknya, jangan pernah ada seorangpun yang menghianati Pancasila. “Pancasila disarikan menjadi Trisila, yaitu Indonesia berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. Disarikan lagi, Pancasila adalah gotong-royong atau kebersamaan,” ujarnya.

Dijelaskan lagi, gotong royong atau kebersamaan itu sudah turun temurun di Indonesia, bahkan lebih kental di dalam masyarakat Kubar. “Gotong royong di Kubar adalah sempekat atau berinuq. Artinya kebersamaan, hargai menghargai dan toleransi. Dengan peringatan Harlah Pancasila, HUT ke-43 PDIP, serta Bulan Bung Karno pada 1 Juni ini, mari kita bersatu membangun Kubar menuju kesejahteraan dan keadilan,” ajak Thomas.    #M Imran

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here