Kapolres: “Jika tidak digunakan, instalasi listrik agar dicabut dari sumbernya”

Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan, menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Kelurahan Melak Ulu, Selasa 17/4/2018, disaksikan Kepala Polres Kubar AKBP I Putu Yuni Setiawan, Kepala Dinas Sosial Rinatang dan Camat Melak HM Japar. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Kepolisian Resor Kutai Barat tidak tinggal diam atas musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak, Senin 16/4/2018 lalu. Sebanyak 75 anggota dari beragam satuan diturunkan ke lokasi kebakaran. Mereka membantu para korban untuk membersihkan puing-puing bangunan di lahan masing-masing. Polisi juga menyerahkan bantuan berupa 20 paket sembilan bahan pokok.

Di lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi itu, Polisi menyebar bersama pemilik bangunan yang terbakar. Satu persatu puing dijumput untuk ditumpuk di beberapa titik. Ada yang berupa seng atau atap, besi-besi jeruji, panci atau wajan, tabung gas, kompor gas, pipa dan benda-benda logam tahan api lainnya.

“Sekaligus mencari barang berharga yang bisa diselamatkan. Jika ditemukan, akan dikembalikan pada para korban. Ini aksi sosial, agar para korban dapat memulihkan kondisi rumah masing-masing,” ujar Kepala Polres Kubar Ajun Komisaris Besar Polisi I Putu Yuni Setiawan, Rabu 18/4/2018 kemarin.

Putu Setiawan menjelaskan, ada dua kegiatan dilaksanakan di lokasi kebakaran. Yaitu mendirikan posko penanggulangan bencana dan memberi bantuan kepada 17 kepala keluarga yang dilanda musibah. Paket berupa kebutuhan sehari-hari berupa susu, gula, mie instan, beras, telor dan minyak goreng. “Kami lebihkan menjadi 20 paket, agar dipastikan tidak kurang. Kedua, 75 anggota saya melaksanakan pembersihan lokasi kebakaran bersama para korban,” katanya.

Anggota Polres Kutai Barat membantu korban kebakaran dengan membersihkan puing-puing. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Kapolres mengatakan, sebab utama kebakaran masih dalam penyelidikan. Tapi diperkirakan berasal dari korsleting listrik. Sehingga masyarakat dipesan untuk berhati-hati terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. “Jika tidak sedang dipergunakan, agar dicabut. Tidak hanya dimatikan ya, tapi dicabut dari sumbernya,” pesan AKBP Putu Setiawan.

Menyinggung kondisi listrik di Kubar ini masih byarpet, mati dan menyala tanpa terjadwal, ia meminta warga waspada dan menggunakan kabel standar. Sebab voltase listrik tidak seimbang. “Apabila kabel tidak kuat menahan kapasitas setrum yang ada, menimbulkan panas dan terjadi korlesting. Itulah yang menimbulkan kebakaran yang terjadi di banyak tempat,” pungkasnya.

Pantauan KabarKubar, ada sejumlah posko didirikan oleh warga dan sejumlah kelompok maupun organisasi yang peduli korban kebakaran. Posko utama adalah yang didirikan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat. Dan sumbangan pertama diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kubar, Edyanto Arkan, di hari kebakaran.

“Kita lihat kebutuhan korban. Jika butuh berhari-hari, kita siap. Dapur umum juga begitu. Sejak pagi sampai malam tetap ada. Pokoknya tetap standby jika dibutuhkan masyarakat korban kebakaran,” jelas Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kubar, Lebok. #Lilis Sari

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here