Sisa Rp120 Juta Akan Dibayar Saat Ponton Merapat di Jetty

Ketua DPC Gerakan Pemuda Asli Kalimantan atau Gepak Kabupaten Kutai Barat, Matias Genting selaku kuasa dari pemilik lahan memeriksa daftar nama dan lahan yang digantirugi oleh PT BOSS. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Lama tertunda, PT Bangun Olah Sarana Sukses atau BOSS akhirnya membayar ganti rugi lahan milik warga Kampung Dasaq, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat. Senilai Rp200 juta dibayarkan kepada tujuh pemilik lahan dari tuntutan senilai Rp320 juta. Pemblokiran rekening perusahaan menjadi alasan pembayaran belum tuntas.

“Di tengah kondisi keuangan yang sulit, perusahaan tetap berkomitmen menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan warga,” kata Yudi, External Relations BOSS, saat pertemuan di Markas Kepolisian Resor Kutai Barat pada Kamis, 24 September 2020.

Yudi mengatakan, kondisi keuangan perusahaan sedang mengalami goncangan akibat beragam hal. Selain harga batubara yang sedang tidak stabil dan cenderung turun, ada masalah lain. Yakni rekening perusahaan yang sedang diblokir.

Matias Genting selaku kuasa menerima pembayaran ganti rugi lahan mewakili pemilik lahan dalam pertemuan di Mapolres Kubar pada Kamis, 24 September 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Meski demikian, pihak perusahaan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan ganti rugi lahan sebagaimana kesepakatan atas tuntutan warga. “Namun, kami mohon pengertian warga untuk memberi kelonggaran pembayaran. Juga mengijinkan kami mengangkut sisa batubara yang ada,” jelasnya.

Ia juga menyebut perusahaan dalam waktu dekat masih sulit untuk mengadakan kegiatan penambangan. Karena kondisi keuangan perusahaan yang juga imbas dari pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Perusahaan minta dimaklumi karena baru bisa membayar Rp200 juta. Sisanya senilai Rp120 juta akan dibayarkan saat ponton untuk mengangkut sisa batubara merapat ke lokasi penumpukan batubara atau jetty. “Agar perusahaan bisa menjual batubara yang tersisa, dan dapat membayar gaji karyawan yang juga belum terbayar,” pungkas Yudi.

Rincian ganti rugi sebagai berikut:
1. Yosef A Inaman dengan luas lahan 2,7 hektare dibayar Rp50 juta dan sisa Rp19.150.000.
2. Jamin dengan luas lahan 3,07 hektare dibayar Rp60 juta dan sisa Rp19.514.000.
3. Pujiansyah dengan luas lahan 1,29 hektere dibayar Rp30 juta dan sisa Rp9.365.000.
4. Pandu dengan luas lahan 17 hektare dibayar Rp30 juta dan lunas.
5. Selomo dengan luas lahan 1,1 hektare dibayar Rp20 juta dan lunas.
6. Ritap Engkuyo dengan luas lahan 1,3 hektare dibayar Rp5 juta dan lunas.
7. Melky Malis dengan luas lahan 7,3 hektare dibayar Rp5 juta dan lunas.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Kepala Polres Kubar, AKBP Roy Satya Putra, dihadiri juga Kasat Reskrim Iptu Iswanto, dan Kepala Kepolisian Sektor Muara Pahu, AKP Jumali. Disertai serah terima ganti rugi lahan yang diwakili Ketua DPC Gerakan Pemuda Asli Kalimantan atau Gepak Kabupaten Kutai Barat, Matias Genting selaku kuasa dari pemilik lahan.

Sempat terjadi ketegangan atas tuntutan warga sebagai pemilik lahan kepada PT BOSS yang beroperasi di Kampung Dasaq, Kecamatan Muara Pahu. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Hadir juga Sarjodi dari Lembaga Bantuan Hukum Andrian Jhonson Daud  dan rekan, serta Wakil Ketua Pokdar Kamtibmas Kubar, Paulus Setya Buditomo dan Yafet selaku perwakilan warga.

Matias Genting menyampaikan, pihaknya selaku kuasa pemilik lahan menyetujui permintaan perusahaan. “Karena sudah lama warga menunggu haknya, dan kondisi kesulitan yang sedang dihadapi pihak perusahaan. Maka permintaan perusahaan kami setujui untuk membayar sebagian. Sisanya segera dibayar saat ponton merapat di Jetty,” ujarnya.

“Tentunya ini tidak akan memakan waktu yang lama. Agar warga bisa mendapatkan seluruh haknya,” imbuh Matias yang juga Ketua Pokdar Kamtibmas Kubar.

Direktur PT BOSS, Alsiyus, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembayaran lahan warga. “Ini bukan satu kesengajaan. Tapi memang kondisi keuangan perusahaan yang sedang sulit. Karena pemblokiran rekening perusahaan,” ujarnya.

Direktur PT Bangun Olah Sarana Sukses, Alsiyus. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Alsiyus berterimakasih atas fasilitasi oleh Kapolres Kubar, sehingga pertemuan berjalan dan selesai dengan baik. Hal yang sama dan penghargaaan pada Gepak, Pokdar Kamtibmas Bhayangkara dan LBH Johnson Daud. Yang telah mendampingi dan membantu dalam penyelesaian masalah.



Ia berharap kondisi sulit, termasuk pandemi Covid-19 segera berlalu. Sehingga perusahaan bisa beraktivitas lagi dengan normal. “Sehingga perusahaan segera bisa kembali menambang dan berdampak positif juga untuk masyarakat sekitarnya,” kata Alsiyus. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here