Bupati Minta Jadi Ikon Pariwisata Mahulu dan Masuk Kurikulum Sekolah

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, ikut barisan Tarian Tebeq Raau. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia meminta tiga kriteria dalam penampilan budaya Hudoq untuk dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Hal itu menjadi faktor pendukung agar pagelaran Hudoq dapat masuk dalam agenda kementerian. Sehingga Festival Hudoq Cross Border di Mahulu tidak sekedar jadi agenda tahunan.



Diungkapkan Kepala Bidang Area III Kalimantan, Sabah, dan Serawak, Kementerian Pariwisata RI, Sapto Hariyono, Hudoq milik Kabupaten Mahulu merupakan seni budaya yang luar biasa. Dari 100 even nasional yang dicatat Kementerian Pariwisata, ada 3 kriteria di dalam Hudoq yang mendukung bisa masuk menjadi even nasional, namun harus segera dipenuhi.

“Tiga kriteria itu harus dipenuhi untuk menarik wisatawan dan menjadikan Kabupaten Mahulu sebagai salah satu destinasi (tujuan) wisata di Indonesia,” katanya kepada awak media, Jumat 25/10/2019 malam.

Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh didampingi Wakil Bupati Mahulu, Juan Jenau, menerima Sertifikat Rekor MURI dari Deputi Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, Jumat 25/10/2019 malam. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Diakuinya, tinggal dua kriteria yang harus segera dipenuhi Pemkab Mahulu. Sehingga dapat segera ditegaskan sebagai salah satu kegiatan berskala nasional. “Soal atraksi sudah tidak diragukan. Kemudian aksesibilitas transportasi (keteraksesan, ketercapaian) ke depan harus dibenahi secepatnya. Yang ketiga adalah amenitas, yaitu berbagai fasilitas di luar akomodasi,” jelas Sapto Hariyono.

Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh mengatakan, Festival Hudoq Cross Border dilaksanakan setiap tahun oleh Pemkab Mahulu. Hal itu ditujukan memberdayakan pembangunan bidang pariwisata, termasuk membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat. Ia telah menginstruksikan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mahulu untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait.

Agar mendapatkan lisensi Hudoq sebagai seni budaya asli Mahulu dengan pengakuan berupa Hak Paten. “Semakin sering kita melaksanakan even ini, akan mendapat kemajuan dari sisi kualitas, kuantitas, dan manajemennya. Ke depan bisa dikemas menjadi ikon Pariwisata Mahulu,” katanya.

Tidak hanya lisensi, Ia berharap Hudoq nantinya masuk dalam kurikulum sekolah. Sebagai upaya melestarikan seni dan budaya daerah dengan menjadikan sebagai pelajaran muatan lokal mulai dari sekolah dasar.

Bonifasius mengapresiasi kinerja Disparpora Mahulu, serta berterimakasih atas partisipasi seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat dari lima kecamatan Se-Mahulu. Digelar rutin setiap tahun, pelaksanaan Festival Hudoq Cross Border diharap terus dibenahi. “Terus diperbaiki dari sisi kinerja teknis oleh instansi terkait,” tegasnya.

Dijelaskan Kepala Disparpora Mahulu, Kristina Tening, total peserta penari Hudoq lebih dari 2.000 peserta. Festival Hudoq Cross Border mendapat dukungan Kemenpar RI. Programnya khusus untuk mendorong wisatawan masuk ke Indonesia. Selain itu, ditujukan bagi semua kabupaten dan kota yang berbatasan dengan negara tetangga.

Kristina Tening mengakui, Disparpora Mahulu kala itu mengusulkan agar Hudoq sebagai seni budaya asli Mahulu dapat masuk dalam Festival Cross Border Kemenpar RI. Meskipun tidak masuk even, Hudoq tetap diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat di Mahulu. Pemkab Mahulu mendukung even ini dalam APBD Mahulu.

“Sedangkan Kemenpar RI dukungannya tidak dalam bentuk tunai. Tetapi berupa dukungan promosi,” katanya usai Penyerahan Sertifikat Rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) bernomor 9249/R.MURI/X/2019, oleh Deputi Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, Jumat 25/10/2019 malam.



Penghargaan MURI tersebut adalah rekor kedua setelah tahun 2018 lalu mencetak rekor menari Hudoq dengan Penari Terbanyak yaitu 2.000 peserta. Kali ini adalah Pagelaran Hudoq Tanpa Henti Terlama dengan catatan waktu 25 jam.

Pemecahan Rekor tersebut dilakukan sejak Kamis 24/10/2019 pukul 19.00 Wita dan berakhir pada Jumat 25/10/2019 pukul 19.00 Wita. Tarian Hudoq oleh ribuan masyarakat yang berasal dari lima kecamatan Se-Mahulu, dilakukan di Lapangan Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. #Lilis Sari

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here