Silahkan Pembeli Bawa Jeriken atau Drum

Pertashop 6P.75701 yang berlokasi di simpang tiga jalan poros Barong Tongkok-Nyuatan di Kampung Muut, menyediakan 3.000 liter pertamax bagi masyarakat umum. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

NYUATAN – KABARKUBAR.COM
Beroperasinya Pertashop di RT 3 Kampung Muut, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat sepertinya belum diketahui luas oleh masyarakat. Salah satu dari tiga outlet Pertashop yang khusus menjual bahan bakar minyak jenis pertamax itu masih minim penjualan. Padahal sudah resmi beroperasi pada Senin, 31 Agustus 2020 lalu.

Menurut Murdiono yang sehari-hari bertugas di Pertashop itu, setiap hari baru terjual sekitar 200 liter. Sementara persediaan dalam tabung minyak sebanyak 3.000 liter. “Mungkin belum banyak yang tahu keuntungan menggunakan pertamax,” ujarnya pada Minggu, 4 Oktober 2020 di Pertashop yang berlokasi di simpang tiga jalan poros Barong Tongkok-Nyuatan.

Dijelaskannya, Pertashop 6P.75701 itu menjual Pertamax 92 seharga Rp9.200 perliter. Selain menyasar warga Kecamatan Nyuatan sebagai konsumen, juga para pelintas. Namun, belum ada peningkatan penjualan selama sebulan beroperasi. “Kami buka dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam,” katanya.

Murdiono melayani pembeli pertamax di Pertashop Kampung Muut yang telah beroperasi sejak Senin, 31 Agustus 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Silahkan kalau mau membeli dengan media jeriken, drum, atau apa saja. Karena ini bukan BBM bersubsidi, jadi bisa untuk dijual kembali. Sudah ada satu konsumen kami yang beli untuk dijual kembali,” ungkap Samao, rekan kerja Murdiono.

Kepala Kampung Terajuk, Wiagara, menyebut awalnya Pertashop itu direncanakan didirikan di wilayahnya. Hanya saja, ada ketidaksepakatan antara pemilik lahan dengan pihak Pertamina dalam hal harga.

“Pertamina tidak ingin menyewa lahan, tapi membeli. Sementara pemilik lahan ingin disewa perbulan, dan harganya terlalu tinggi menurut pihak Pertamina. Padahal banyak keuntungan kami, jika Pertashop itu berdiri di Terajuk ini,” katanya.

Wiagara mengaku adalah pengguna pertamax untuk kendaraan pribadi. “Pakai pertamax itu mesin lebih jreng, awet dan lebih irit konsumsinya. Apalagi mau perjalanan jauh ke Samarinda misalnya, saya usahakan isi pertamax,” ujarnya.

Pelintas juga menjadi sasaran penjualan di Pertashop Kampung Muut. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Seorang pengendara yang mengisi pertamax di Pertashop Kampung Muut, Yusran, memiliki alasan matematis mengisi pertamax untuk motornya. “Kita beli bensin (premium) Rp15 ribu biasanya tidak sampai 2 liter, coba ukur sendiri. Yang ada bisa hanya 1,7 liter. Jadi seliternya sama saja harga Rp8.800. Nah, cuma butuh Rp400 lagi bisa dapat Pertamax dengan takaran pas, lebih irit dan mesin kendaraan lebih bagus,” kata warga Kampung Linggang Tutung ini.

Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan mengoperasikan tiga Pertashop dalam wilayah Kubar. Selain di Kampung Muut, ada juga di Kampung Jengan Danum Kecamatan Damai dan Kampung Muhur di Kecamatan Siluq Ngurai.

Di wilayah Provinsi Kalimantan Timur telah dioperasikan enam titik Pertashop. Untuk seluruh Pulau Kalimantan, kini ada 28 titik Pertashop yang tersebar di Kaltim, Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.



Pertashop merupakan inovasi Pertamina dalam upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan energi yaitu BBM dan Elpiji. Pertashop adalah bentuk komitmen Pertamina menyalurkan energi hingga ke daerah-daerah yang jauh jangkauannya ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Tersedianya Pertashop di pedesaan, masyarakat akan semakin mudah memperoleh produk-produk berkualitas Pertamina dengan harga yang sama seperti di SPBU. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here