Realisasikan serta Sempurnakan Visi dan Misi Periode 2016-2021

Pasangan FX Yapan dan H Edyanto Arkan saat mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati dan Waki Bupati Kutai Barat di DPD Partai Golkar Kubar, Kamis 19/9/2019. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Banyak warga Kabupaten Kutai Barat mempertanyakan niat FX Yapan untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kubar tahun 2020 mendatang. Pasalnya, dalam banyak kesempatan, Yapan mengungkapkan hanya ingin menempati posisi Bupati Kubar di periode 2016-2021 saja. Sebab, memimpin Kubar baginya bukan perkara mudah sebagaimana dibayangkan orang.

“Kalian pikir mudah jadi bupati ini, pusing karena banyak harus dipikirkan. Kalau tahu begini sulitnya, tidak mau saya jadi bupati. Kalian juga yang pilih saya jadi bupati. Saya tidak mau lagi jadi bupati, dan cukup periode ini saja saya tuntaskan,” ujar FX Yapan di suatu kesempatan berpidato.



Atas langkah politik yang kini menunjukkan tekad maju kembali di Pilkada Kubar, Yapan menjelaskan kepada masyarakat luas. Yakni untuk menyelesaikan berbagai program yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Khususnya di sektor utama seperti jaringan listrik dari PLN, sarana air bersih, dan infrastruktur lainnya.

“Ini tahun keempat saya menjabat bupati, banyak yang sudah kita lakukan. Kali ini maju untuk menyempurnakan hal itu dan hal lainnya yang akan kita lakukan,” kata Yapan usai mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Kubar di DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kubar, Jumat 13/9/2019.

Yapan yang mengaku tetap berpasangan dengan H Edyanto Arkan sebagai Wakil Bupati Kubar, menyatakan mungkin lebih baik ia menunggu sampai Pilkada Kubar tahun 2024. Dari segi biaya, dinilai rugi jika maju di Pilkada Kubar 2020. Sebab SK Bupati Kubar akan berakhir April 2021, dan Pilkada digelar lagi nanti di tahun 2024. Biaya operasional Pilkada Kubar dinilai tidak jauh berbeda besarannya.

Dikatakannya, jika tidak ada jiwa pengabdian, tidak akan mau maju untuk tiga tahun saja. Ia berharap semua partai politik ikut mendukung tekad keduanya menuju Pilkada Kubar 2020. “Kenapa saya maju lagi, karena sudah terlanjur jadi petahana. Kalau pemula tidak mau maju, karena masa kerjanya nanti cuma tiga tahun. Tapi ini bukan soal untung rugi, melainkan bicara apa yang harus kita lakukan bagi bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Ditegaskannya lagi, tekad untuk maju lagi di Pilkada Kubar diakui bukan karena ada kepentingan. Tapi adanya kebutuhan masyarakat akan pembangunan berkesinambungan yang mesti dituntaskan keduanya. Itu sebabnya, tidak mencari pasangan lain untuk posisi Wakil Bupati Kubar selain Edyanto Arkan.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kubar, H Sopiansyah, menerima berkas pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubar dari pasangan FX Yapan dan H Edyanto Arkan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Diakui Yapan, ada dugaan atau prediksi yang tidak benar berkembang di tengah masyarakat. Jika ia akan meninggalkan Edyanto Arkan yang telah mendampinginya sebagai Bupati Kubar selama empat tahun belakangan. “Kenapa kami sudah berhasil mau pisah? Banyak yang melamar, tapi tidak bisa tinggalkan wakil saya,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan seputar rumor tersebut.

“Karena bisa saja (Edyanto Arkan) saya ganti, tapi tidak saya tinggalkan. Dengan pengalaman birokrasi, beliau tahu teknis. Saya harus hati-hati memilih wakil, karena ini kepentingan rakyat. Harus selektif. Ketika saya berhalangan, wakil saya bisa, dan memahami teknis,” tegas Yapan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kubar.

Edyanto Arkan juga menegaskan tetap bersama Yapan di Pilkada Kubar 2020. “Saya bersama Pak Yapan maju untuk merealisasikan visi yang kami buat. Secara konsisten kami lakukan itu, walaupun di luar banyak yang menyanggah,” katanya.



Menurutnya, visi dan misi yang disusun untuk periode 2021-2026 telah dilaksanakan dalam empat tahun belakangan. Kemudian akan disempurnakan. Terlebih Kubar berbatasan langsung dengan kawasan Ibu Kota Negara yang baru ditetapkan. “September 2020 jangan lupa Yapan dan Edyanto Arkan,” pesannya saat berorasi singkat di hadapan ratusan masyarakat.

Arkan mengungkapkan, dari 190 kampung dan empat kelurahan di Kubar masih banyak yang belum ada jalan aspal. Untuk pemerataan, akan didistribusikan pembangunan ke daerah lain. Ia merasa tidak adil, jika di daerah Barong Tongkok jalan aspal semua, bahkan beberapa kali ditingkatkan. Sementara di daerah lain masih jalan tanah. “Ini yang secara bertahap empat tahun ini kita bangun,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here