Orangtua Korban Temukan Bukti Persetubuhan

ILUSTRASI

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Terlena dengan kemolekan tubuh seorang remaja, sebut saja Mawar (15), AM yang tidak berapa lama lagi menuntaskan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil, terpaksa dibui. Pasalnya, ia berulang kali melakukan persetubuhan dengan remaja putri yang masih tetangganya di Kampung Empas Kecamatan Melak itu. Tidak terima putrinya disetubuhi, orangtua Mawar melapor ke Polisi.

Menerima laporan itu, Polisi pun segera mencari AM (53) yang tercatat sebagai PNS di salah satu Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Ia diringkus tanpa perlawanan, Selasa 10/4/2018 di rumahnya.

“Tersangka dilaporkan telah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur. Dengan sangkaan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, hukumannya hingga 15 tahun penjara,” ujar Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi I Putu Yuni Setiawan, Senin 30/4/2018.

ILUSTRASI

Dijelaskan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar, AKP Rido Doly Kristian Sigalingging, penangkapan berawal dari laporan orangtua Mawar, Selasa 10/4/2018. Sekira pukul 19.00 Wita, tersangka datang ke warung kopi milik orangtua korban dan minum kopi. Tidak berapa lama, tersangka yang berstatus berkeluarga ini pergi dari warung itu menuju arah hutan di belakang rumah korban.

“Ternyata dia (AM) menelepon korban untuk datang ke tempatnya menunggu. Begitu korban datang, tersangka melepas pakaian bawah dan dalam korban. Kemudian keduanya melakukan hubungan badan layaknya suami istri,” beber pria yang pernah bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Polda Banten ini.

Sadar putrinya tidak ada di rumah, ibu korban berteriak memanggil Mawar. Mendengar panggilan itu, kedua pasangan beda usia 38 tahun itu bergegas mengenakan pakaian celana dan celana dalam masing-masing. Tiba di rumah, Mawar langsung ditanyai ibunya dari mana. “Korban mengakui baru saja bertemu dengan AM. Ibunya langsung memeriksa korban di kamar dan menemukan bukti persetubuhan berupa cairan sperma,” ungkap AKP Rido Sigalingging.

Mantan Wakil Kepala Satreskrim Polres Kota Samarinda ini melanjutkan, orangtua Mawar keberatan atas perbuatan AM. Sehingga malam itu juga melapor ke Polres Kubar. Menerima laporan itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kubar bergerak cepat dengan meminta pihak medis melakukan Visum Et Revertum. Setelah memeriksa sejumlah saksi, Polisi pun mengamankan tersangka di ruang tahanan Mako Polres Kubar. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here