Water Canon Polres Kubar Terjun Membantu Pemadaman

Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Melak Ulu, Senin 16/4/2018 dini hari tadi, menghanguskan 23 rumah di Jalan Kapten Pierre Tendean dan Jalan Ahmad Yani. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Warga Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak dihebohkan dengan amukan ‘si jago merah’, Senin 16/4/2018 dini hari tadi. Dalam waktu sekitar 3 jam, api yang diperkirakan berasal dari salah satu bangunan di RT 1 Jalan Kapten Pierre Tendean itu menghanguskan 23 rumah dan toko. Akibatnya, kebakaran itu menimbulkan kerugian sekitar Rp 10 miliar.

Informasi yang diterima KabarKubar, kebakaran terjadi sekira pukul 00.30 Wita. Hembusan angin yang cukup kencang, membuat api cepat membesar. Dan melalap sejumlah bangunan di RT 1 Jalan Kapten Pierre Tenderan itu. Api pun menjalar ke sejumlah bangunan di Jalan Ahmad Yani RT 2 Melak Ulu.

“Padahal tadi subuh itu turun hujan, dan listrik mati. Nah, pas mati lampu itulah terjadi kebakaran,” ungkap Femylia Arista, warga Jalan Haji Nurdin RT 10 Kelurahan Melak Ulu.

Petugas Pemadam Kebakaran yang dipimpin Ependi selaku Komandan Umum, berupaya memadamkan api hingga pagi hari tadi. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Beruntung 4 unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dari Kantor Satuan Polisi Pamong Praja segera datang ke lokasi. Dibantu 2 unit PMK milik Bandara Melalan dan 1 unit truk Water Canon milik Kepolisian Resor Kutai Barat. Sehingga api dapat dipadamkan pada sekira jam 3 subuh. “Ada 35 anggota PMK yang terjun ke lokasi tadi subuh, dan baru kembali pada pagi hari,” ujar Komandan Umum PMK Kubar, Ependi.

Ependi menjelaskan, seluruh petugas PMK yang sedang piket dikerahkan. Terdiri dari 20 orang di Pos Barong Tongkok, 3 petugas di Pos Melak dan 3 di Pos Linggang Bigung. Ditambah rekannya yang tidak jadwal piket.

Mereka pun bekerja keras dengan menurunkan mesin portabel berkapasitas besar. Dan menyedot air dari Sungai Mahakam yang jaraknya hanya sekitar 50 meter. “Api besarnya kita kuasai dalam 3 jam. Pendinginan dilakukan sampai api tidak lagi terlihat, dan bara pun tidak ada yang menyala. Kami baru pulang sekitar jam 7 pagi,” ujar Ependi.

Api yang membumbung tinggi semakin menjalar dengan hembusan angin yang kencang sejak subuh hingga pagi hari. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Bangunan yang dilalap api di Jalan Kapten Pierre Tendean berupa rumah dan toko. Diantaranya rumah H Didik, H Ena, Ipan, Budi dan Jai. Kemudian Warung Semarang, Toko Buku Azis, Toko Kembar H Tatai, Toko Elektronik Jaya Raya H Achmad dan Penginapan Rahmat Abadi.

Sedangkan yang terbakar di Jalan Ahmad Yani adalah rumah Heri, H Cucing, Subaidi, Voni Houmaho, H Ayub, H Husein, Hj Wanti, Agus dan Konter Madi.

“Sekarang mereka (korban kebakaran) mengungsi ke rumah saudara-saudara. Syukur ada beberapa tenda dan posko yang didirikan. Salah satunya dari dinas sosial,” ujar Sapriyadi, warga Gang Lembo Melak Ulu yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran. #Lilis Sari

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here