Tangani Bencana Hingga Pemulihan

0206_Workshop di BPBD Kubar
BARONG TONGKOK – Selama tiga hari, sejak 31 Mei 2016, sebanyak 35 orang mengikuti Workshop Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana atau Jitu Pasna. Mereka adalah peserta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kutai Barat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Kubar. Acara digelar BPBD Provinsi Kaltim itu, bertujuan penyusunan rencana aksi dan penentuan prioritas lingkungan sarana dan prasarana umum pasca bencana.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, Jitu Pasna tingkat Provinsi Kaltim tahun 2016 sangat penting. Untuk peningkatan pengetahuan, wawasan dan kapasitas mengenai sumber daya manusia. “Agar memiliki kesiapsiagaan dalam pemulihan pasca bencana di wilayah Kaltim, khususnya di Kubar,” katanya di ruang pertemuan Hotel Sidodadi, Barong Tongkok, Selasa 31/5/2015.

Dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kubar, Yohanes Kinam, gubernur berharap kegiatan itu menjadi ikatan kerja sama kedua pihak. Yakni BPBD Kaltim dengan Pemkab Kubar. Khususnya dalam kesiap-siagaan aparat menangani pemulihan pasca bencana dengan peningkatan kapasitas aparat. Juga rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi. Serta dokumen perencanaan pemulihan pasca bencana dalam periode tertentu oleh BPBD bersama SKPD serta pemangku kepentingan terkait.

Kerja sama antar Pemprov Kaltim dengan pemerintah daerah dalam Workshop Jitu Pasna, kata gubernur, sangat penting. Diharap dapat tersusun kajian kebutuhan, penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana atas kejadian bencana di suatu daerah. “BPBD dan SKPD tingkat Kabupaten terpadu dalam tim kerja, dapat membuat laporan Jitu Pasna. Agar terimplementasi di daerah,” tegasnya. Acara itu dihadiri Kepala BPBD Kubar, Jenton, dan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kaltim, Agustoni Tawakkaluddin.    #M Imran

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here