Hetifah dan Kemendagri Akan Buka Stan Perekaman dan Pencetakan KTP-el

Hetifah Sjaifudian melobi langsung Direktur Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah, usai Rapat Kerja di Gedung KK 3 DPR RI, Kamis 23/11/2017. LUAY ALISJAHBANA/KABARKUBAR.COM

JAKARTA – KABARKUBAR.COM
Ribuan masyarakat Kabupaten Kutai Barat masih belum bisa mendapatkan KTP Elektronik. Meski sudah melakukan perekaman, tapi KTP-el tidak bisa dicetak. Alasan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kubar, blangko KTP-el tidak tersedia. Menyikapinya, Menyikapinya, Anggota DPR RI asal Kaltim-Kaltara, Hetifah Sjaifudian, melobi langsung Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Disampaikan Hetifah yang duduk di Komisi II DPR RI, pembuatan e-KTP akan berjalan lancar. Kemendagri telah mengupayakan pemenuhan blangko KTP-el di berbagai daerah, termasuk Kubar. “Kami masih kekurangan 10.000 blangko untuk di Kubar. Mohon untuk segera dikirim pak,” kata Politisi Partai Golongan Karya ini kepada Direktur Ditjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrullah, dalam Rapat Kerja di KK 3 Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Kamis 23/11/2017.

Sebelumnya Hetifah berterimakasih kepada Ditjen Dukcapil yang telah memenuhi aspirasi yang disampaikan soal kendala perekaman KTP-el di Kubar. Hetifah mengungkapkan ada beberapa alat perekaman yang rusak, sehingga memperlambat proses perekaman. Hal ini banyak dikeluhkan para kepala daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Terima kasih karena kini mereka (masyarakat Kaltim dan Kaltara) sudah bisa merekam KTP-el. Tapi kalau boleh tolong segera kirimkan blangko ke Kubar pak,” kata Hetifah yang telah duduk di Gedung Senayan sejak tahun 2004 lalu.

Menanggapinya, Ditjen Dukcapil mengakui kerusakan alat perekam seringkali menghambat proses perekaman KTP-el. Ia meminta kesediaan Pemerintah Daerah untuk membantu membeli alat tersebut. “Ini jika Pemda berkenan, bisa menggunakan anggaran DAK Fisik untuk membantu membeli alat,” kata Zudan.

Suasana rapat kerja antara Komisi II DPR RI bersama Ditjen Dukcapil Kemendagri di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta. LUAY ALISJAHBANA/KABARKUBAR.COM

Zudan menambahkan, hingga saat ini data wajib KTP di Indonesia sebanyak 189.630.855. Dari jumlah itu, yang sudah merekam mencapai 178.580.721. Jadi, pencapaian perekaman KTP-el sudah 96,4 persen. Untuk pengadaan blangko, Zudan menerangkan pengadaan di tahun 2017 sebanyak 25,9 juta. Sedangkan untuk tahun 2018 akan diadakan 16 juta keping blangko melalui mekanisme e-catalog. Dengan jumlah itu, dipastikan pada 2018 seluruh penduduk sudah menggunakan e-KTP.

Berkenaan dengan kesulitan-kesulitan warga Kaltim-Kaltara dalam melakukan perekaman KTP-el. Hetifah akan bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil untuk membuka stan-stan perekaman di Daerah Pemilihan.

“Untuk di Kaltim dan Kaltara, saya bekerjasama dengan Dirjen Dukcapil akan melayani perekaman dan pencetakan KTP-el. Tadi Pak Dirjen juga sudah menawari. Ini agar memudahkan masyarakat,” kata Hetifah. #Luay Alisjahbana

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here