Sidrap Segera Diputuskan Masuk Wilayah Bontang atau Kutim

BONTANG – KABARKUBAR.COM
Salah satu program unggulan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rusmadi-Safaruddin adalah membuka lapangan kerja bagi 100 ribu pencari kerja. Namun, program ini diragukan dan dipertanyakan oleh salah satu pemuda, Kurniawan (24), ketika bertemu Rusmadi di Desa Guntung Kota Bontang, Sabtu 21/4/2018.

Menjawab pertanyaan kritis anak muda itu, Rusmadi memberi apresiasi begitulah semestinya pemuda zaman now. Harus berani dan kritis. “Saya mengapresiasi sikap kritis masyarakat. Kelak ketika menjadi gubernur saya juga menempatkan diri pada pemimpin yang menerima kritik. Saya memerlukan kritik agar kebijakan yang kita laksanakan berjalan lebih baik,” ujarnya.

Mantan Sekdaprov itu menjelaskan, mengenai pembukaan lapangan kerja dilakukan berdasarkan potensi daerah provinsi Kaltim yang begitu besar. Dari sektor perkebunan saja, sudah diprogramkan perluasan sawit 50 ribu hektar. Ini saja menyerap 50 ribu pekerja. Belum lagi, izin lahan sawit yang sudah dikeluarkan pemerintah seluas 3,3 juta hektar. Saat ini yang sudah ditanam baru 1,1 juta hektar. “Sehingga, masih ada 2,2 juta hektar belum ditanam dan ini bakal menyerap 1 juta tenaga kerja, dengan perkiraan setiap 2,2 hektar bisa digarap 1 orang,” kata Rusmadi.

Bila diberi amanah menjabat Gubernur Kaltim, Rusmadi akan mengajak Bupati bersikap tegas agar 2,2 juta hektar yang belum ditanam, izinnya dicabut. Dan diberikan kepada perusahaan lain yang mau investasi kebun sawit. “Izin lahan sawit ini ada di bupati, dan saya ketika menjabat Gubernur Kaltim akan turun evaluasi kebun sawit yang tidak ditanam. Sesuai UU No 39 Tahun 2014 tentang perkebunan, izin sawit bisa dicabut jika 3 tahun belum ada penanaman sebesar 30 persen total luas lahan,” ujarnya.

Meski demikian, Rusmadi meminta generasi muda seperti Kurniawan tidak harus mencari lowongan kerja. Tapi, harusnya membuka lapangan kerja dengan berwirausaha. “Adik kita Kurniawan ini orang cerdas, lulusan diploma. Pasti bisa buka usaha yang membuka lapangan kerja,” kata Rusmadi memotivasi.

Selain ditanya program 100 ribu lowongan kerja, Rusmadi juga diminta solusi dari warga Sidrap yang memiliki KTP Kota Bontang. Padahal, wilayah Sidrap masuk Kabupaten Kutai Timur. “Jika saya gubernurnya, saya panggil bupati dan walikota. Harus jelas, Sidrap mau masuk Kutai Timur, ya di Kutai Timur. Kalau mau masuk Kota Bontang, harus jelas di Kota Bontang. Tapi, secara pribadi saya berpendapat, layanan pemerintah yang terdekat yang paling ideal mengambilnya,” kata Rusmadi.

Lebih lanjut Rusmadi menegaskan, sebagai kepala daerah, mestinya harus bertanggung jawab atas persoalan dihadapi warganya. “Ini soal kehidupan, ketika tahun pertama saya jabat gubernur, Insya Allah persoalan (Sidrap) selesai. Nggak boleh itu, tiap ada Pilkada baru menjadi lumbung suara,” katanya.

Rusmadi juga tidak lupa akan perhatikan Kota Bontang yang memiliki potensi perikanan. Dengan sebagian besar nelayan di Desa Guntung, dirinya akan dorong pemerintah membantu perahu dan mesin. Selain itu, program bea siswa bagi anak-anak nelayan di Desa Guntung akan diprioritaskan seperti anak-anak di desa lainnya di Kaltim. “Saya lebih perhatikan anak-anak di desa di Kaltim untuk dapatkan beasiswa,” kata Rusmadi. #Achmad Yusuf

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here