PDIP dan Golkar Pastikan Bikin Fraksi Sendiri

Koalisi PAN, Gerindra dan PKS saat bertemu dan memutuskan membentuk satu fraksi di DPRD Kubar yang dinamai Fraksi Amanat Gerakan Sejahtera. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Hasil Pemilihan Umum tahun 2019 di Kabupaten Kutai Barat menggambarkan jumlah fraksi di Gedung DPRD Kubar. Berkaca dari penetapan Komisi Pemilihan Umum Kubar, setidaknya lima fraksi bisa terbentuk. Sebab dengan syarat 15 persen dari 25 kursi tersedia, ada lima partai politik yang masing-masing memiliki tiga kursi. Sisanya kemungkinan dan telah menyatakan bergabung dengan parpol tersebut.



Diungkapkan Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya, Ekti Imanuel, dua kursi yang diperoleh partainya di DPRD Kubar telah menyatakan bergabung dengan dua parpol lain. Yakni Partai Amanat Nasional dengan tiga kursi dan Partai Keadilan Sejahtera yang memiliki satu kursi. “Kami namakan Fraksi Amanat Gerakan Sejahtera, dan ketuanya adalah H Sopiansyah (Ketua DPD PAN Kubar). Ini sudah 100 persen,” katanya melalui telepon, Kamis 15/8/2019 malam.

Ditanya apakah koalisi tiga parpol tersebut akan berlanjut hingga ke Pilkada Kubar tahun 2020 mendatang, Ekti tidak ingin berandai-andai. Jika bicara fraksi, diakui masih terbuka pintu bagi parpol lain untuk bergabung. “Untuk Pilkada, kita serahkan ke partai masing-masing,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kubar, FX Yapan, mengaku tidak mengintervensi atau memaksakan kadernya untuk bergabung dengan parpol mana. Ia memersilahkan masing-masing politisi PDI Perjuangan untuk saling berkomunikasi. “Kita wellcome, menerima dengan tangan terbuka. Kalau ada yang mau bergabung, monggo, silahkan. meski kami sudah cukup untuk bentuk satu fraksi,” jelasnya saat ditemui KabarKubar usai acara di Gedung DPRD Kubar, Selasa 13/8/2019.

Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat Periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kubar, Selasa 13/8/2019. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Yapan menambahkan, memberikan kebebasan bagi enam kadernya yang duduk di DPRD Kubar. “Karena mereka ini kalau kita tidak intervensi, malah mereka bekerja bagus. Jika saya intervensi, itu bahaya dan mereka serba salah. Tapi jika saya sebagai bupati, atau sebagai ketua partai melakukan intervensi, fraksi akan pusing,” jelasnya.

HM Zainuddin Thaib selaku Ketua DPD Partai Golkar Kubar, mengakui telah berkomunikasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa Kubar. “Yang jelas Golkar dengan PKB. Kalau parpol lain masih tahap pembicaraan, atau lobi-lobi politik. Sebenarnya tiga kursi kami sudah cukup membentuk fraksi, tapi bagus jika bergabung dengan parpol lain,” katanya.

“Ya, kami memang sudah bertemu dengan Golkar dan parpol lain. Kami sepakat bergabung bersama Golkar dalam fraksi. Banyak fraksi terbentuk juga bagus, jadi lebih tampak demokrasi,” ungkap Ketua DPC PKB Kubar, Syachran Eric Lenyoq.

Dihubungi terpisah, Ketua DPD Partai Nasional Demokrat Kubar, Agus Sophian, belum mau berkomentar banyak soal fraksi. Ditanya arah koalisi bersama Partai Demokrat atau Golkar, ia pun enggan bicara. “Belum, kami masih tunggu keputusan DPW (Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Provinsi Kalimantan Timur),” ujarnya singkat.

“Nanti saya hubungi kembali ya. Saya masih ada pertemuan malam ini,” tukas Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat Kubar, Hendrik Bungas Nipon.



Sebagai gambaran, perolehan kursi oleh parpol di DPRD Kubar adalah sebagai berikut:

PDI Perjuangan (6); Golkar (3); Hanura (3); Demokrat (3); PAN (3); Gerindra (2); Nasdem (2); dan masing-masing satu kursi diraih PKB, PKS dan Perindo. Hal itu diketahui dari Keputusan KPU Kabupaten Kutai Barat Nomor: 83/HK.03.1-Kpt/PL.01.9/6407/KPU-Kab/VII/2019, Tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here