Korban Diangkat Cucu Sejak Usia 3 Tahun

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Entah karena tak memiliki anak dari istrinya, YS (61) tega memperkosa cucu angkatnya hingga hamil. Korban, sebut saja Melati yang masih berusia 15 tahun, mengaku diangkat cucu oleh tersangka sejak berusia tiga tahun. Ia mengadukan YS telah memperkosanya. Namun pelaku berusia ujur ini tak menepati seluruh tuntutan denda sesuai kesepakatan dalam pengadilan adat. Akibatnya korban mengadukan kasus ini ke Polisi.

Berawal sekitar tahun 2004 silam, di KM 30 salah satu kampung di Kecamatan Siluq Ngurai. Saat itu Melati diajak kakeknya ke ladang mencari obat pemutih kulit. Ia ditemani dua saudara sesama cucu angkat. Sampai di pondok ladang, hanya Melati yang diajak mencari obat itu.



“Tak jauh dari pondok saya dipaksa berhubungan badan sama kakek di bawah pohon cempedak, dengan diancam sebilah parang,” beber korban pada Penyidik Polres Kutai Barat pada Senin, 24 September 2007.

Takut ancaman dibunuh si kakek bejat, korban tak berani mengadukan nasibnya pada siapapun. Hal itu membuat pelaku makin leluasa memuaskan nafsu liarnya. Korban mengaku perbuatan itu dilakukan seringkali. Tak kala berada di ladang maupun di rumah saat penghuni lain sedang pergi atau tertidur. Akibatnya hubungan disertai ancaman ini membuahkan hasil seorang anak.

Menurut Kepala Polres Kubar, AKBP Heru Dwi Pratondo, korban hamil melahirkan September 2006. Pada tanggal 4 Maret 2006, kasus ini diselesaikan lembaga adat setempat. Keputusannya menghukum tersangka membayar uang tunai Rp5 juta dan sebuah motor.

Selain itu, YS diminta menyerahkan sebuah rumah beserta tanah kepada Melati. “Untuk menutupi aib, tersangka menikahkan korban dengan seorang pemuda,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar, Ajun Komisaris Polisi Yudhi Suhariyadi melalui Kepala Unit Tipikor Polres Kubar Inspektur Polisi Tingkat Dua Suwarno, yang membawahi RPK dan Unit Narkoba.



Karena YS tak mau menyerahkan rumah yang telah disepakati dalam pengadilan adat, Melati baru melapor ke Polres Kubar pada 31 Agustus 2007. Tersangka disebut tak mau mengikuti kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak. Yang diketahui Petinggi dan kepala adat kampung setempat. “Kasus ini tetap diproses,” imbuh Suwarno.

Meski mengaku baru dua kali menyetubuhi korban, tersangka tetap diproses secara hukum. Atas tindakannya YS terancam hukuman penjara selama 12 tahun karena melanggar Pasal 46 Undang Undang Nomor 23 tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here