Diharap Bisa Cukupi Hidup Dengan Usaha Kelompok

Rapat Koordinasi Tagana dengan Pembina Tagana, Rabu 6/9/2017 di ruang Rapat Dinas Sosial siang tadi, dipimpin Sekretaris Dinas Sosial Kutai Barat, Theresia. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kabupaten Kutai Barat memang kerap dilanda bencana alam, seperti banjir di tahun 2017 ini. Salah satu organisasi yang fokus pada penanganan bencana, Taruna Siaga Bencana atau Tagana dituntut lebih kuat dan mampu bergerak cepat. Namun, Tagana Cabang Kubar belum ada dukungan dana untuk melaksanakan sejumlah program pemantapan keterampilan.


“Saya sungguh mengapresiasi Tagana, dan sangat salut luar biasa. Saya kasih penghargaan untuk tagana menjadi relawan yang diberi operasional insentif Tali Asih hanya Rp 165 ribu perbulan, tapi bisa bekerja dengan semangat yang baik,” ucap Theresia, Sekretaris Dinas Sosial Kubar, dalam Rapat Koordinasi Tagana dengan Pembina Tagana, Rabu 6/9/2017 di ruang Rapat Dinas Sosial siang tadi.

Theresia yang merupakan Camat Wanita pertama di Kubar, menyebut nantinya akan mengajukan dana dalam APBD Kubar tahun depan. Sebab Tagana Kubar berada di bawah naungan Dissos Kubar. “Mudah-mudahan kalau tidak bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku, kita berniat ajukan melalui APBD. Tentu harus dibuat Peraturan Daerahnya terlebih dahulu,” jelasnya.

“Saya mengharapkan kita semua tetap semangat dan antusias dalam kegiatan sosia, di mana kita adalah sebagai masyarakat yang peduli,” kata Andreas, Ketua Tagana Kubar yang juga seorang Pendeta.

Dijelaskan Andreas, melalui semangat jiwa sosial kegiatan Tagana Kubar tetap berjalan meski dengan anggaran minim. Tagana diharap bisa menjadi motivator bagi masyarakat, agar saat ada kejadian, semuanya bisa ditangani tanpa kepanikan.

Para personel Taruna Siaga Bencana Kutai Barat yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kubar. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Tagana merupakan Relawan Indonesia terbesar di Pulau Kalimantan, bahkan dikagumi oleh para relawan di luar negeri. Tidak hanya fokus pada bencana alam, Tagana pun berniat membentuk kelompok usaha di tiap kecamatan. Seperti usaha perikanan, perkebunan, dan peternakan ikan dan ayam. “Jadi Tagana tidak harus berpatokan dengan honor atau gaji bulanan,” kata Andreas.

“Kami adalah Relawan yang mengerti jika menjadi relawan itu tidak dapat gaji. Dan kami tidak mempermasalahkan itu,” ungkap Eris, seorang Tagana Senior, seraya tersenyum.

Di saat tidak ada bencana, diprogramkan kegiatan keterampilan atau pelatihan yang dianggap dapat memantapkan diri Tagana. Dengan ada nya pelatihan itu, bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Agar bisa menjadi masyarakat yang mandiri dan tidak harus bergantung pada orang lain.

Rapat Koordinasi Tagana dihadiri juga Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dissos Kubar Lebok, Kasi Korban Bencana Alam Salkus, dan Kasi Korban Bencana Sosial Matias Singan. Hadir pula 25 Anggota Tagana Kubar.

Penulis: Lilis Sari
Editor: Sonny Lee Hutagalung


Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here