Berawal Dari Handphone Blackberry

 

TENGGARONG – KABARKUBAR.COM

Tidak lebih dari sepekan Tim Buru Sergap Polres Kutai Kartanegara berhasil menangkap tersangka pembunuhan terhadap Muniarti Jasmi (40). Meski tanpa seorang pun saksi mata, polisi menangkap Maksi Risat (49) yang diduga membunuh PNS di Disperindagkop UMKM & Pasar Kabupaten Kukar itu.

Tersangka MR, seorang mantan PNS bertitel Sarjana Pendidikan dan Magister Manajemen ditangkap di Kampung Timur, Balikpapan pada Jumat, 24 April 2015 sekira pukul 08.30 Wita. Ia tercatat sebagai warga Gang Rimbawan RT 27, Samarinda. “Saya bangga atas kinerja anggota saya yang berhasil mengungkap kasus ini meski bisa dibilang tanpa saksi mata,” kata Kapolres Kukar AKBP Mukti Juharsa melalui Kasat Reskrim AKP Ida Bagus WS.



Kasus ini terungkap dari informasi didapat polisi dari seorang warga Samarinda, BO, yang baru membeli telepon genggam merek Blackberry (BB) tipe Q10 pada Selasa, 21 April 2015. Setelah dicek, BB yang dibeli dari kawannya tersebut cocok dengan salah satu handphone milik korban. Berawal dari situ, Kapolres Mukti Juharsa memimpin langsung penyelidikan ke Samarinda dengan mendatangi BO. “Ternyata kotak dan nomor serinya sama,” beber Ida Bagus.

BO mengaku BB itu dibeli dari RE, teman wanitanya yang juga warga Samarinda. Saat didatangi polisi ke rumah sewaan RE di Jalan Sentosa, di sana juga MR tinggal bersama istrinya. RE kemudian mengakui mendapatkan BB itu dari MR yang adalah bapaknya. Tidak hanya BB dijualnya kepada BO seharga Rp 1,2 juta, ia juga menerima handphone Samsung S4. Yang terakhir dijualnya di sebuah konter di Pasar Segiri Samarinda seharga Rp 1,4 juta.

Tersangka MR seorang mantan PNS bertitel Sarjana Pendidikan dan Magister Manajemen, di Kampung Timur, Balikpapan pada Jumat, 24 April 2015. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menurut RE, kedua handphone diakui MR dari pemberian pacarnya. Hasil penjualannya dijadikan MR untuk modal melarikan diri dan mendatangi mantan istri pertamanya yang dinikahinya kembali. Di Balikpapan, MR bersembunyi di Strat 3 Kampung Timur. Pelaku kami tangkap di kosan setelah dua malam kami selidiki,” tambah Ida Bagus.

Siang tadi MR langsung diangkut ke Samarinda untuk mencari sejumlah barang milik Muniarti yang dibuangnya. Di pinggir jalan dekat Kebun Raya Unmul Samarinda polisi menemukan sejumlah isi dompet Muniarti yang sudah terpotong-potong. Antara lain KTP, ATM, NPWP dan kartu lainnya.



Ditanya motif pembunuhan yang dilakukan MR, masih didalami polisi. Keterangan MR kepada penyidik dianggap tidak masuk akal. Rencananya, Senin depan baru akan diungkap polisi akan membeberkan motifnya. “Pelaku masih diperiksa di Polda Kaltim dan kita masih cari keberadaan mobil rental yang digunakan pelaku saat membawa korban,” pungkas Ida Bagus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muniarti ditemukan tewas di tepi jalan sekira 50 meter dari jalan Tenggarong-Melak di KM 10 Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong pada Sabtu, 18 April 2015. Penemuan jasad Muniarti pertama kali oleh Rusni (50), warga KM 5 Kelurahan Jahab, Tenggarong. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here