Sekda Minta Dokumen Atas Tanah Diteliti

Rencana Pembangunan Shelter PKL dan Pasar Pepas Eheng, Senin 23/4/2018 di Lantai III Kantor Bupati Kubar., diikuti para pejabat Organisasi Perangkat Daerah terkait. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Mengantisipasi kesemrawutan akibat banyaknya Pedagang Kaki Lima, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mewacanakan pembangunan Shelter atau pasar sementara. Shelter akan dibangun di dua titik, yakni Kecamatan Barong Tongkok dan Melak. Rencana lainnya membangun Pasar di Kampung Pepas Eheng. Jika terwujud, diharapkan dapat menata PKL di sejumlah lokasi yang kondisinya tidak teratur saat ini.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kubar, Salomon Sartono, jika PKL tertata baik, akan membuat masyarakat nyaman saat berbelanja. Selain menunjang perekonomian masyaraka, tidak mengganggu lalu lintas di sekitarnya. “Makanya diatur kembali agar tertata rapi, sehingga tidak menganggu masayarakat sekitar,” ujarnya saat rapat Rencana Pembangunan Shelter PKL dan Pasar Pepas Eheng, Senin 23/4/2018 di Lantai III Kantor Bupati Kubar.

Salomon menjelaskan, Shelter Barong Tongkok direnanakan berukuran 20 meter dibiayai Dana Alokasi Khusus Kementerian Koperasi dan UKM. Sedangkan Shelter Melak berukuran 70 meter dari APBD Kubar tahun anggaran 2018. Targetnya paling lambat akan selesai pada akhir tahun, tepatnya November nanti. “Nantinya akan dibangun Shelter di Kecamatan Jempang dan Bongan, serta di daerah Resak. Itu telah diusulkan dan semoga disetujui oleh kementerian,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Salomon Sartono, menyampaikan rencana pembangunan Shelter dan Pasar yang ditujukan menata PKL. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Kasi Pemerintahan Kecamatan Barong Tongkok, Santo mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada pedagang soal alih fungsi bangunan yang akan dibangun Shelter. “Pembahasan teknis pembokaran bangunan shelter disosialisasikan, sehingga tidak ada masalah saat pembongkaran,” katanya.

Dikatakan Sekretaris Kabupaten Kubar, Yacob Tullur, sebelum melaksanakan pembangunan fisik, harus meneliti dan menelusuri terlebih dahulu dokumen-dokumen terkait. Dan harus dirembuk dengan warga setempat. “Saya harap semua proses pembangunan diteliti baik, mulai dari dokumen atas tanah, rancang bangun, tata ruang, IMB (izin mendirikan bangunan) dan pembuangan limbah (sampah). Juga keamanan dan tata kelolanya nanti, termasuk MCK (mandi cuci kakus),” ujarnya.

Secara teknis, imbuh Yacob Tullur, Shelter di Barong Tongkok berbentuk bangunan tidak permanen yang diperuntukkan bagi pedagang musiman atau tidak menetap. Sedangkan Pasar Pepas Eheng berupa rehab dan membangun pasar baru di atas lahan pasar yang sudah ada. Sebab bangunan sudah usang yang dibangun tahun 1972. Semuanya dibiayai oleh Pemerintah Pusat. “Saya harap dinas memperhatikan 16 kecamatan, bukan hanya di Sendawar,” tuturnya.

Pertemuan dihadiri perwakilan dari berbagai organisasi perangkat daerah terkait. Antara lain Marcelinus Ari selaku Kepala Sub Bidang PPSH Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Asrnie B, Kepala Bagian Pembangunan Robertus Leopord Bandarsyah, Kabag PerekonomianAndi Kristision, Kepala Sub Bagian Hukum dan Perundang-undangan Pidesia, serta Kepala Seksi Tata Bangun Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Yiska J. #Lilis Sari

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here