Peralatan yang lengkap dan moderen diakui memudahkan pelayanan kesehatan

Kepala Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar, dr Suhariyono, menyalami dua dokter spesialis dalam acara pisah sambut pada Jumat, 6 Januari 2006. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Lima Dokter Spesialis yang bertugas di RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) Kabupaten Kutai Barat, merasa senang bekerja di kabupaten ini. Hal itu diungkapkan dr Riza Syahyuni SpA, mewakili 5 Dokter Spesialis dan 9 Dokter Umum. Saat acara pisah sambutnya dengan dr I Gusti Ngurah Sudiana SpA, yang pindah dari Rs Karyadi, Semarang pada Jumat, 6 Januari 2006.

Riza mengakui, meskipun Kubar tidak seramai beberapa kota lain di Kaltim, tidak menghambat konsentrasi pelayanan bagi masyarakat. “Peralatan di HIS ini cukup lengkap dan moderen, tidak kalah dengan RS lain yang bertipe A, sangat menolong masyarakat. Mereka dapat menghemat biaya dengan adanya dokter spesialis. Kalau ke ibukota, banyak lagi dana harus keluar,” ujarnya.

Ditambahkannya juga, Dana Insentif dan berbagai fasilitas lainnya, yang diberikan Pemkab atas kebijakan Bupati Kubar, Rama Alexander Asia, membuat betah dokter-dokter spesialis. Malaria, tipes dan TB paru adalah penyakit yang sering ditemui dalam tugasnya sebagai spesialis anak di Kubar. Khusus bayi, kata dokter spesialis tamatan Universitas Diponegoro ini, lebih banyak kasus Aspeksia -kesulitan saat lahir- dan Kuning awal lahir.



Sebagi dokter pengganti, Ngurah mengutarakan kekagumannya atas pembangunan HIS. Dokter yang 14 tahun lalu pernah tugas di Timor Timur optimis akan meningkatkan pelayanan rumah sakit dalam bidang nya. “Waktu turun di bandara Melalan, saya kaget lihat sepinya daerah ini. Tapi setelah sampai di HIS dan melihat peralatan medis yang lengkap dan moderen, saya merasa seperti di tempat awal saya bekerja,” katanya.

Kepala RSUD HIS, dr Suharyono SKM MARS menjelaskan, selain insentif Rp 8,5 juta perbulan, sejumlah fasilitas disediakan bagi para dokter spesialis. Seperti sewa rumah dan mobil dinas, yang disediakan Pemkab Kubar. Sedangkan bidangnya adalah dokter spesialis Bedah, Anastasia, Anak, Kebidanan dan Penyakit Dalam.

“Insentif di luar gaji diberikan bagi para dokter spesialis di samping bantuan kontrak rumah dan sarana transportasi. Dokter spesialis sangat membantu pelayanan kesehatan HIS bagi masyarakat,” jelas Suharyono.



Sebelum acara pisah sambut, diadakan pelantikan pengurus Forum Komunikasi Karyawan RS HIS di halaman rumah sakit yang mulai beroperasi sejak tanggal 14 Agustus 2003. Forum ini dibentuk untuk menampung aspirasi karyawan dan wadah untuk menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh karyawan.

“Selama ini kami belum mempunyai saluran yang pas bila ada ide atau usulan. Kami berharap forum ini dapat berguna bagi kemajuan pelayanan HIS,” tandas Ketua terpilih FKKRS HIS, Eka Catur Kartika.

Perlu diketahui, sebelum RSUD HIS berdiri, pelayanan kesehatan menjadi salah satu kendala bagi masyarakat Kubar. Bidan desa dan mantri kesehatan yang ditempatkan di kampung-kampung sebagai tumpuan bagi warga selain RS Santo Yosefh di Kampung Tering Baru, Kecamatan Tering dan Balai Pengobatan Santa Familia di Barong Tongkok. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here