Ada Bupati, Wabup dan Sekda Turun ke Lokasi Pencarian

Personel Polsek Long Bagun, karyawan PT KBT dan PT Roda Mas mengevakuasi korban yang ditemukan di sebelah kiri mudik Sungai Mahakam, tepatnya 200 meter dari lokasi tenggelamnya. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM
Seorang dari dua korban tenggelam di Riam Udang telah ditemukan pada Senin, 4 Mei 2020 sekira pukul 12.37 Wita. Korban ditemukan sekira 200 meter di hilir titik tenggelam oleh tim gabungan personel Kepolisian Sektor Long Bagun dan karyawan PT Kalimantan Berkah Timber. Usai ditemukan, korban dievakusi untuk dilakukan visum.

Menurut Kepala Polsek Long Bagun, AKP Purwanto, korban terlihat tersangkut di tumpukan kayu. Posisinya di sebelah kiri mudik Sungai Mahakam, kawasan Lirung Pudung yang masuk wilayah Kampung Batoq Keloq, Kecamatan Long Bagun. “Dilihat oleh tim pencarian yang menyisir sekitar lokasi kejadian tenggelamnya,” ungkapnya melalui telepon seluler.

Dijelaskannya, korban atas nama Metodius Taena yang berusia 26 tahun. Pria asal Timor yang adalah perusahaan kayu PT Roda Mas Timber Kalimantan. Tercatat berdomisili di mes perusahaan tersebut di Kampung Batu Keloq, Kecamatan Long Bagun.

Korban tenggelam yang ditemukan dievakuasi ke darat dengan dibantu masyarakat yang ikut dalam oleh tim pencaharian. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

“Korban dibawa ke Kampung Laham di Kecamatan Laham untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Yaitu Sirilus Taena yang adalah paman korban,” ujar AKP Purwanto yang pernah menjabat Kapolsek Long Hubung.

Diungkapkannya, pencarian hari ketiga ini dibentuk tim gabungan pencarian korban. Pagi tadi, lima personel Polsek Long Bagun bersama dua Karyawan PT KBT dan Roda Mas. Menjelang siang, menyusul personel Dinas Perhubungan Kabupaten Mahakam Ulu. Menggunakan tiga speedboat dan longboat milik perusahaan, personel dibagi tiga kelompok untuk menyisir ke hilir Sungai Mahakam.

“Siangnya ada juga Pak Bupati (Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh), Pak Wabup (Wakil Bupati Mahulu, Juan Jenau), dan Pak Sekda (Sekretaris Kabupaten Mahulu, Stepanus Madang). Ada tambahan tiga speedboat ikut membantu pencarian,” imbuh AKP Purwanto.



Setelah korban ditemukan, segera menghubungi Dinas Kesehatan Mahulu untuk melakukan proses Visum Et Revertum di lokasi penemuan korban. “Tim masih melanjutkan pencarian bersama instansi pemerintahan. Karena masih satu korban lagi belum ditemukan,” jelas AKP Purwanto yang lama bertugas sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Long Bagun.

Diberitakan sebelumnya, Riam Udang di hulu Sungai Mahakam kembali memakan korban jiwa. Sabtu, 2 Mei 2020 sekira pukul 09.30 Wita, sembilan penumpang kapal bermotor berbahan kayu (longboat) tenggelam. Tujuh berhasil selamat, sedangkan dua lagi hingga kini belum ditemukan. Keduanya adalah karyawan perusahaan kayu PT Roda Mas.

Kejadian bermula saat longboat milik PT NGU 1 berangkat dari Log Pond PT Kalimantan Berkah Timber di Kampung Long Bagun Ulu, Kecamatan Long Bagun. Igan Asiong sebagai motoris bermaksud membawa longboat menuju ke Base Camp PT KBT Muara Nyan di Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.



Bermuatan bahan bakar minya jenis solar, oli, dan alat kendaraan bermotor atau Sparepart dan sejumlah karyawan PT Roda Mas sebagai penumpang. Tiba di kawasan Riam Udang di Kampung Batoq Keloq, Kecamatan Long Bagun, longboat berhenti untuk melangsir muatan. Sebab kondisi air sungai di Riam Udang sedang bergejolak besar.

Setelah penumpang dan sebagian muatan telah diturunkan, longboat mencoba untuk melintasi Riam Udang yang tampak seperti gundukan air tinggi. Kapal pun berhasil melewati Riam Udang dengan muatan 10 drum solar dan seorang penumpang. Kemudian membongkar muatan, dan kembali ke hilir untuk mengangkut sembilan penumpang dan delapan drum solar.

“Saat langsir kedua kali, longboat tidak mampu naik. Kemudian mundur dan memutar haluan ke arah hilir untuk mengurangi lagi muatannya. Lalu dua unit mesin longboat berhenti,” ungkap Kepala Polsek Long Bagun, AKP Purwanto.

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, turun ke lokasi pencarian bersama Sekretaris Kabupaten Stepanus Madan dan Kepala Dinas Perhubungan, Toni Imang. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Dibeberkan AKP Purwanto, pembantu motoris pun mencoba menyalakan mesin. Tapi gagal karena ombak besar menghantam haluan. Sehingga air masuk ke dalam longboat dan memenuhi bagian haluan. “Longboat hanyut sejauh 50 meter, kemudian terbalik. Akhirnya muatan dan penumpang tenggelam. Dari sembilan penumpang yang tenggelam, tujuh selamat dan dua orang belum ditemukan,” katanya.

Mereka yang belum ditemukan tersebut adalah Samrin Nuban yang berusia 28 tahun dan Metodius Taena berumur 26 tahun. Kedua pria asal Timor itu tercatat sebagai warga Kampung Batoq Keloq, Kecamatan Long Bagun.

Sementara penumpang yang selamat adalah Jenisius Usnaat, Rojerio Taena, Junesto Leosai, Fajar Beny Pamungkas, Suci Retnowati, Abista Bagus Pratama, dan Mira. Tiga lagi adalah Ingan Asiong selaku Motoris Longboat, Ijam Laing (Helper LongBoat), dan Fajar Kurniawan (Helper Longboat). #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here