Figur Berasal Dari Etnis Jawa

Rama Alexander Asia bersama Wakil Ketua Rama Center, Alsiyus, berharap para pendukung atau simpatisan yang menginginkan Kabupaten Kutai Barat lebih maju, agar tetap solid. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Sepekan lebih ditahan oleh Polisi, Ustad Pono dipastikan tidak akan mendampingi Rama Alexander Asia di ajang Pilkada Kabupaten Kutai Barat pada 23 September 2020 ini. Pria yang sebelumnya diumumkan ke publik akan menjadi Bakal Calon Wakil Bupati Kubar, harus menjalani proses hukum di Kepolisian Resor Kutai Barat. Terkait itu, Tim Rama Center menyebut telah mengantongi nama pengganti.



“Kita menghargai proses hukum yang dilaksanakan Polisi secara profesional. Maka untuk itu, kami telah memutuskan mengganti figur yang akan menjadi pendamping pak Rama Asia di Pilkada Kubar nanti,” ungkap Ketua Tim Bersatu Mewujudkan Harapan Masyarakat Kutai Barat yang disebut dengan Rama Center, Elvin Eriadam pada Selasa, 7 Januari 2020.

Ditanya siapa sosok yang dipilih tersebut, pria yang akrab disapa Adam ini meminta publik untuk bersabar. Namun diakui figur yang masih ‘disembunyikan’ itu masih perwakilan masyarakat dari etnis Jawa. Sebab ada hitung-hitungan politik tersendiri sehingga memilih sosok tersebut. “Nanti akan diumumkan langsung oleh Pak Rama Asia, sekalian dalam acara deklarasi pasangan calon bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Rama Center, Alsiyus, pihaknya turut prihatin atas kasus hukum yang menyangkut Ustad Pono. Hanya saja, apa yang dilakukan Polisi telah berjalan sesuai prosedur hukum dan harus dihormati. “Ini (kasus hukum) sangat mengejutkan kami. Tapi terjadi ini kami percaya adalah kehendak TUHAN yang terbaik. Kami tetap optimis dalam perjuangan politik di Pilkada Kubar nanti,” katanya.

Alsiyus berharap para pendukung atau simpatisan Rama Asia tetap solid. Sebab, Rama Asia sebagai sosok yang membangun pondasi pembangunan Kutai Barat dinilai masih terbaik dari figur lainnya. Soal figur dari etnis Jawa, disebut menjadi penyeimbang dalam porsi politik dan pemerintahan di Kubar.

“Saudara kita dari etnis Jawa sudah layak untuk mendapat porsi orang kedua, atau wakil bupati. Sebab telah hidup berdampingan hingga beberapa keturunan, dan selama ini juga turut andil dalam pembangunan Kubar,” ujarnya.

“Kita tunggu tanggal mainnya, akan langsung diumumkan Pak Rama Asia siapa orangnya. Kami minta para pendukung tetap semangat, karena Spirit Never Die (Semangat Tidak Pernah Padam),” pungkas Alsiyus.



Informasi diterima KabarKubar, pria yang di KTP bernama Pono resmi ditahan pada Jumat, 31 Desember 2019 lalu. Pada hari itu, dia memenuhi panggilan Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar untuk hadir pada pukul 10.00 Wita. Dalam Surat Panggilan bernomor S.pgl/39/XII/2019/Reskrim, Pono dipanggil sebagai Saksi.

Ia dimintai keterangan dalam perkara tindak pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 82 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here