Pengendara Rawan Jatuh ke Jurang Yang Dalam

Jalan rusak di kawasan Gunung Sinto, Kampung Melapeh Baru, yang terbelah dua akibat tidak ada turap. Kondisi ini mengharuskan pengendera yang melintas untuk berhati-hati, jika tidak ingin masuk ke dalam jurang.    ANDRY ANHAR/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – Pengguna jalan poros Linggang Bigung-Tutung harus ekstra hati-hati. Pasalnya, di salah satu titik terjadi longsor yang mengakibatkan ruas jalan terbelah menjadi dua bagian. Jika tidak segera diperbaiki, jalan yang juga menuju Kampung Lakan Bilem Kecamatan Linggang Bigung dan Intu Lingau di Kecamatan Nyuatan itu bisa putus.

Titik jalan yang rusak itu terletak di kawasan Gunung Sinto yang masih wilayah Kampung Melapeh Baru Kecamatan Linggang Bigung. Dari ibukota Kecamatan Linggang Bigung, sekitar 17 kilometer. Atau sekitar 35 kilometer dari kantor Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. “Kalau dibiarkan maka lama kelamaan akan putus dan lumpuh. Karena hanya jalan itu salah satu akses masyarakat menuju Kampung Tutung dan Intu Lingau,“ kata Rusmadi, warga Intu Lingau saat melintas di jalan beraspal itu, Minggu 9/7/2017.



Menurut para pengguna jalan yang kerap melintas, kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa minggu ini. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Barat segera memberi perhatian. Dan melalui Dinas Pekerjaan Umum Kubar segera bergerak untuk melakukan perbaikan, agar mengantisipasi terjadinya kelumpuhan akses jalur tersebut.

Hal yang sama dikeluhkan tokoh masyarakat yang juga staf Lembaga Adat Kampung Tutung, Utuh. Dia mengimbau intansi terkait segera mengambil tindakan untuk perbaikan jalan itu. “Bagusnya kalau instasi terkait segera meninjau dan melakukan perbaikan jalan tersebut,“ katanya.

Kekhawatiran warga memang beralasan. Sebab banyak ditemukan jalan yang menyisiri tebing tanpa diperkuat dengan turap sebagai penyangga pinggiran jalan. Pengendara sepeda motor atau mobil juga  kuatir melintas akses tersebut, karena rawan terjatuh ke jurang. “Kalau sedang hujan kami selalu kuatir lewat di jalan itu. Banyak tebing dan jurang di tepi jalan. Untung tidak ada pengendara yang lewat dengan kecepatan yang tinggi, bisa makan korban karena kecelakaan,“ ungkap Rustam,  warga Kampung Lakan Bilem.

Tidak hanya warga setempat, Andi yang berdomisili di Kelurahan Barong Tongkok, mengaku selalu was-was jika melintasi jalan tersebut. “Banyak tebing dan jurang di jalan itu, kuatirnya bisa longsor waktu hujan,” jelas Andi, saat berlibur bersama keluarganya menuju keindahan panorama wisata Gunung Es yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Penulis : Andri Anhar
Editor  : Sonny Lee Hutagalung



Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here