Pengusaha Speedboat Abaikan Imbauan Dishubkominfo Kubar

Pelabuhan Gruti dilihat dari seberang (Kampung Tering Baru). SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

TERING – KABARKUBAR.COM

Aktivitas penumpang speedboat di pelabuhan bekas Sekolah Teknik Menengah Tering, diancam tutup paksa oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Barat. Alasannya, tempat yang sekarang dikenal dengan nama Pelabuhan Geruti itu dianggap tidak memberi kontribusi kepada daerah. Juga tidak memiliki sejumlah persyaratan layaknya sebuah pelabuhan.

Menurut Kepala Dishubkominfo Kubar, Rinatang, Pemkab Kubar akan mengambil langkah tegas menutup paksa aktifitas pelabuhan di hulu Kampung Jelemuq Kecamatan Tering itu. Sebab hingga sekarang beroperasi tanpa mengantongi izin. Langkah itu diambil sebagai tindaklanjut dari pengaduan para pengusaha speedboat yang beroperasi di Pelabuhan Tering milik pemerintah.

Alasan mereka, terjadi penurunan omset secara drastis akibat kurangnya penumpang. “Penumpang tujuan Mahakam Ulu dan sebaliknya banyak yang naik dari Pelabuhan Geruti. Kami akan tutup paksa pelabuhan itu,” tegasnya.

Diakui Rinatang, Pemkab Kubar telah berulangkali melayangkan surat peringatan kepada pengguna jasa pelabuhan itu agar segera pindah ke pelabuhan yang telah disiapkan. Petugas Dishubkominfo juga turun langsung memperingatkan para pengusaha speedboat di sana.

“Tapi mereka selalu mengabaikan imbau secara lisan dan tulisan kami. Kami akan buat surat peringatan lagi. Bila tetap tidak ditanggapi serius, langkah terakhir adalah penutupan paksa,” tegas dia yang pernah menjabat salah satu Kasubbag di Bagian Hukum Setkab Kubar.

“Puluhan speedboat yang beroperasi di pelabuhan itu tidak terdaftar di Dishubkominfo dan tidak memiliki jasa asuransi kecelakaan dan peralatan keselamatan penumpang seperti life jacket dan lifebuoy (pelampung berbentuk ban),” imbuh Rinatang. #Imran

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here