Pasukan Mulai Bertugas Tahun 2019

Komandan Komando Distrik Militer 0912/Kutai Barat, Letnan Kolonel Infanteri Rudi Setiawan. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Rencana pembentukan kembali Batalyon Infanteri 612/Modang akan diwujudkan tahun 2018 mendatang. Dengan nama baru, Yonif 612/Diperkuat, markas akan dibangun di Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang. Rencana itu akan direalisasikan setelah penyerahan lahan secara resmi dari Gubernur Kalimantan Timur kepada Panglima Komando Daerah Militer VI/Mulawarman.

“Pembangunan Yonif 612/Diperkuat ini dilakukan usai menerima surat hibah dari gubernur,” ujar Komandan Komando Distrik Militer 0912/Kubar, Letkol Infanteri Rudi Setiawan, Rabu 1/11/2017 di ruang kerjanya.

Ia menuturkan, pembangunan satu batalion ini, terdiri dari 7 kompi, yang terbagi dalam 2 zona. Yakni di wilayah administrasi Kabupaten Kutai Barat dengan 5 kompi dan Kabupaten Mahakam Ulu ada 2 kompi. Masing-masing kompi terdiri dari 216 personel tentara. “Untuk lahannya di Mahulu sudah ada 40 hektare, di kampung Long Bagun Ulu Kecamatan Long Bagun,” kata Letkol Rudi Setiawan.

Komandan Komando Resor Militer 091/Aji Surya Natakesuma, Brigadir Jenderal Irham Waroihan, meminta Dandim 0912/Kubar yang baru untuk memantapkan pembentukan Batalyon Infanteri 612/Diperkuat. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dia menambahkan, proses penyerahan hibah lahan  akan dilakukan langsung di Dusun Camp Baru, bekas areal pertambangan batubara PT Gunungbayan Pratamacoal. Lokasi rencana pembangunan markas Yonif 612/Diperkuat. “Untuk penempatan personel akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang, begitu juga pembangunan infrastruktur pendukungnya,” pungkas Letkol Rudi Setiawan.

Sebelumnya diberitakan KabarKubar, kepastian pembangunan Markas Yonif 612/Diperkuat ditandai kedatangan Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Benny Indra Pujihastono, Jumat 10 Juni 2016 lalu. Seluas 1.700 hektar lahan telah disiapkan di areal bekas tambang batubara milik PT Gunungbayan Pratamacoal.

Menurut Komandan Komando Resor Militer 091/ Aji Surya Natakesuma, Brigadir Jenderal TNI Irham Waroihan, akan dicek kembali kesiapan lahan tersebut. Sebab lahan Yonif 612/Modang itu ditargetkan bisa mencapai 5.000 hektar. Karena dinilai tepat untuk dijadikan lokasi latihan militer. “Include (termasuk) untuk areal latihan perang hutan dan gunung. Sekarang sudah ada 1.700 hektar,” ujarnya di Makorem 091/ASN, usai memimpin Serah Terima Jabatan Komandan Kodim 0912/Kubar, Selasa 10/10/2017.

Diakui Danrem, tidak mudah mencari lahan untuk militer yang membutuhkan lahan cukup luas. Meski sudah ada penyerahan lahan di bekas pertambangan GBPC, harus dicermati kelengkapan administrasinya terlebih dulu. Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. “Ya kita lihat dulu. Jangan nanti sudah ada militer, eh ada klaim masyarakat itu lahannya. Harus jelas dulu status lahannya seperti apa,” tegas Brigjend Irham Waroihan.

Memantapkan pembangunan markas Yonif 612/Modang, Brigjend Irham Waroihan menginstruksikan Dandim 0912/KBR Letkol Infanteri Rudi Setiawan bertindak cepat. “Jangan tunda Start Engine (hidupkan mesin). Fokus bina teritorial dan urus lahan yang dipersiapkan sebagai lokasi Markas Yonif 612,” tegasnya.

Pertengahan tahun lalu, Pangdam bersama Petinggi TNI AD, yakni Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen Agung Risdhianto, Kolonel CZI Mateus Jangkung Widyanto dan Kolonel Infanteri Agus Firman Yusmono. Pangdam juga disertai Kepala Zeni Kodam VI/Mulawarman Kolonel CZI Ketut Sutrawan, dan Asisten Operasi Kodam VI/Mulawarman Kolonel Infanteri Andi Gunawan.

Mereka langsung meninjau bakal lokasi pembangunan Markas Yonif 612/Diperkuat dan dua Kompi Senapan. Didampingi Bupati Kutai Barat FX Yapan, Komandan Kodim 0912/Kubar Letnan Kolonel Infanteri Hendriawan Senjaya, dan Site Manager GBPC Yuris Siyarudin. #Lilis Sari

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here