Gantung Diri Di Samping Lemari

Sebelum mengakhiri hidup, korban menuliskan permohonan maaf kepada kedua orangtuanya di secarik kertas. HUMAS POLSEK LONG BAGUN/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM
Entah apa beban yang dirasakan Agusalim yang masih berusia 19 tahun. Dengan seutas tali nilon berwarna hitam, ia mengakhiri hidupnya di kamar tidur dalam rumahnya, Kamis 15/2/2018 pagi. Ia ditemukan oleh Pamannya, menggantung diri di kayu palang, tepat di samping lemari pakaian. Warga pun mendatangi rumah di RT 06 Kampung Long Bagun Ulu, Kecamatan Long Bagun itu.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi I Putu Yuni Setiawan, korban ditemukan pertama kali oleh Lawing (40), yang adalah pamannya. Sekitar jam 7 pagi, Lawing yang kebetulan menginap di rumah korban, lebih dulu bangun dari seisi rumah. “Lawing masuk ke kamar korban untuk mengambil pakaiannya. Lalu melihat korban sudah meninggal dunia dengan gantung diri,” ungkapnya melalui Kepala Kepolisian Sektor Long Bagun, Inspektur Satu Kasiyono, Jumat 16/2/2018.

Satuan Reserse Kriminal Polsek Long Bagun melakukan olah TKP dan menunjukkan kayu tempat korban menggantung dengan tali nilon warna hitam. HUMAS POLSEK LONG BAGUN/KABARKUBAR.COM

Melihat korban sudah tidak bergerak, Lawing kemudian membangunkan kedua orangtua korban. Ayah dan ibu korban kemudian menurunkan tubuh korban dari tempatnya menggantung diri. “Begitu menerima laporan kejadian, anggota kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara yang dipimpin Kepala Unit Reserse Kriminal, Aiptu Sofyan Hadi,” ujar Iptu Kasiyono.

Berdasarkan olah TKP, jelas Iptu Kasiyono, tidak ditemukan unsur selain bunuh diri. Adanya bekas jeratan tali nilon, dan situasi di rumah yang tidak ada kejanggalan. Dari keterangan para saksi, juga menyimpulkan korban bunuh diri. Apalagi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban setelah diperiksa dokter.

Kepergian korban yang masih muda, membuat tangisan dari seluruh keluarga dan rekan semasa hidupnya. HUMAS POLSEK LONG BAGUN/KABARKUBAR.COM

“Ini memang murni bunuh diri. Salah satu ciri-ciri korban gantung diri juga ditemukan, yakni terlihat cairan sperma dan tanda bekas tali di leher,” beber Iptu Kasiyono yang sebelumnya menjabat Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satuan Reskrim Polres Kota Samarinda.

Satu bukti yang menguatkan korban murni bunuh diri, adalah secarik kertas yang berisi tulisan tangan Agusalim. Tulisan berisi 31 kata yang ditulis dalam 8 baris dengan tinta hitam itu, adalah permohonan maaf korban kepada ayah dan ibunya. Korban menuliskan, “Mungkin ini jalan hidup aku. Dan ini yang terbaik untuk aku pa. Maaf ini jalan yang terbaik untuk aku. Ma aku minta maaf sebanyak (sebanyaknya). Pa lw (kalau) udah pulang langsung pulang ke lombok,” By Agus.

Dari keterangan orangtuanya, korban tidak ada tanda-tanda akan bunuh diri. Sebab korban masih berperilaku seperti biasa, seperti tidak ada masalah pada dirinya. “Bahkan jam 3 pagi masih mengobrol dengan pamannya,” pungkas Iptu Kasiyono. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here