Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe, Bekerja Keras, tanpa Harap Pamrih

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM
Ketua Ikapakarti (Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi) Kalimantan Timur, Rusmadi Wongso, mengingatkan orang-orang Jawa yang tinggal di Benua Etam. Agar selalu menerapkan prinsip leluhur “sepi ing pamrih rame ing gawe”. Artinya, orang-orang etnis Jawa harus menerapkan prinsip hidup bekerja keras, tanpa perlu berharap dapat pamrih.

“Saya mohon izin pada segenap warga Ikapakarti, maju sebagai Calon Gubernur Kaltim. Mohon juga doanya,” ucap Rusmadi saat menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Ikapakarti Samarinda, di kediaman Saefuddin Zuhri, Kompleks Perumahan Villa Tamara, Selasa 5/6/2018.

Saat ini populasi etnis Jawa yang menjadi penduduk Kalimantan Timur sekitar 34 persen. Populasi ini tertinggi dibanding etnis lain. Sehingga dengan jumlah yang besar itu jika semuanya menerapkan prinsip “sepi ing pamrih rame ing gawe”, maka akan memberi pengaruh bagi kemajuan daerah ini. “Mari kita bergandeng tangan membangun daerah kita ini,” kata mantan Sekdaprov Kaltim ini.

Dia menghimbau kepada anggota Ikapakarti agar pada 27 Juni 2018 bersemangat untuk pergi ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Apapun pilihannya, sebagai Ketua Ikapakarti Kaltim dia tidak merekomendasikan terjadinya Golput (golongan putih) alias tidak menggunakan hak pilih. “Nasib Provinsi Kalimantan Timur lima tahun ke depan ada di tangan para pemilih,” ujarnya.

Dalam Pilgub Kaltim, Rusmadi berpasangan dengan Irjen Pol (Purn) Safaruddin sebagai Calon Wakil Gubernur Kaltim. Safaruddin adalah perwira tinggi Polri yang sebelumnya memegang jabatan Kapolda Kaltim. Jika Rusmadi keturunan Jawa kelahiran Kota Samarinda, sedangkan Safaruddin kelahiran Sengkang Sulawesi Selatan.

Para pengamat politik mengatakan, pasangan calon nomor 4 ini diuntungkan dari sisi identitas etnis. Keduanya akan mendapat dukungan dari etnis Jawa dan Bugis yang jumlahnya sekitar 22 persen. “Selain diuntungkan karena dipengaruhi politik identitas, secara kapasitas juga pasangan ini berkualitas. Rusmadi dan Safaruddin dari latar belakang yang saling melengkapi. Dan keduanya memahami manajemen pemerintahan,” ujar Sunarto S Wardojo, pengamat politik di Balikpapan. #Achmad Yusuf

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here