Desak Rabin Rabahni Segera Dicopot

????????????????????????????????????
DIALOG : Puluhan warga Kampung Perigiq dari berbagai unsur bertemu perwakilan Pemerintah Kecamatan Jempang dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung Kabupaten Kutai Barat. Mereka menyampaikan pendapat berbeda atas desakan kepada Bupati Kubar untuk memberhentikan Petinggi Perigiq, Rabin Rabahni.    #HENDRI PHILIPH/KabarMahulu.com

JEMPANG – Warga Kampung Perigiq Kecamatan Jempang bersikeras meminta Petinggi (kepala kampung) setempat agar diberhentikan dari jabatannya. Tidak saja persoalan perizinan pertambangan batu yang dipermasalahkan, tapi juga kinerja Petinggi Perigiq Rabin Rabahni. Warga mendesak Rabin segera dicopot.

Mereka menuntut tindaklanjut dari aksi unjuk rasa yang mereka lakukan di Kantor Bupati Kutai Barat, Senin (4/5/2015) lalu. Menanggapinya, Pemerintah Kabupaten Kubar mengutus Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kubar. Puluhan warga dari berbagai unsur mengikuti rapat di Kantor Camat Jempang, Kamis (7/5/2015) siang tadi.

Anggota Badan Perwakilan Kampung Perigiq, Masitah, mengeluhkan kinerja Petinggi yang lebih banyak berdiam di Samarinda. Ia meminta Petinggi dicopot karena tidak pernah memperhatikan masyarakatnya. Menurut dia, kegiatan-kegiatan di kampung tidak pernah dihadiri Rabin. “Kalau datang dari Samarinda, dia (Rabin) tidak pernah mau tahu,” ungkapnya.

Masitah mengatakan, masyarakat memahami Indonesia sebagai negara hukum dan mereka masih bertindak mengutamakan hati nurani. Tuntutan mereka agar Pemkab Kubar segera mencopot Petinggi. “Jangan sempat nanti masyarakat jadi bertindak anarkis. Apabila keinginan kami tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di kantor bupati,” katanya disambut riuh suara tepuk tangan puluhan warga di ruang rapat tersebut.

Pendapat berbeda justru diungkapkan Sudarta Lulus selaku Ketua BPK Kampung Perigiq. Ia tidak melihat kinerja Rabin yang salah. Jika berhalangan atau tidak di tempat, tugas dan fungsi Petinggi masih bisa ditangani sekretaris dan tiga kepala urusan kampung. “Saya dulu saingannya (di pemilihan kepala desa), tapi tak ada yang salah menurut saya dengan Petinggi. Bukan karena masih saudara. Kalau soal tidak di kampung, kan ada wakil-wakilnya,” ujarnya.

“Saya tidak mau berkomentar banyak, biarlah kita serahkan proses tersebut pada aturan yang berlaku, berjalan sesuai peraturan,” tukas Mursim, Ketua RT II Kampung Perigiq.

Menanggapi sejumlah keluhan maupun laporan masyarakat itu, FX Sumardi yang mewakili BPMPK Kubar, mengaku tidak mau gegabah. Hasil rapat akan dibawa ke kabupaten untuk dibahas bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Bagian Pemerintahan. “Kita telusuri dulu apa keterangan semua pihak. Tidak serta merta kita terima pengaduan sepihak. Jika ditemukan kesalahan, nanti akan diproses sebagaimana aturan berlaku,” jelas pria yang menjabat Kasubbid Pendapatan dan Kekayaan Kampung di BPMPK Kubar.

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here