Hits: 0

Pemilik Rumah Sempat Bolak-Balik Mengisi Air ke Sprayer

Rumah berukuran 6 x 12 meter milik Lingkai, 65 tahun, ludes dilalap api pada Kamis, 11 Juni 2020. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Hari masih pagi, warga Kampung Asa di Kecamatan Barong Tongkok dikagetkan kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di wilayah RT 1. Rumah berukuran 6 x 12 meter berbahan kayu itu ludes hingga rata dengan tanah. Prihatin dengan beban diderita pemilik rumah yang terbakar, Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Kutai Barat menyalurkan bantuan berupa sembako.

“Kita turut prihatin terhadap keluarga yang tertimpa musibah kebakaran. Bentuk peduli kemanusian kita memberikan bantuan sembako. Semoga bantuan ini dapat  membantu meringankan  beban keluarga ini,” kata Ketua DPD KNPI Kubar, Canissius Arjan, saat menyerahkan bantuan pada Jumat, 12 Juni 2020.



“Pemuda harus menunjukkan empati bagi mereka yang susah, dan berusaha membantu seberapa mampu. Bukan soal nilai bantuan, tapi sedikit membantu keluarga yang kemalangan ini,” ujar Ketua Majelis Pemuda Indonesia DPD KNPI Kubar, FX Sumardi, yang datang bersama sejumlah Pengurus DPD KNPI Kubar.

“Kami ucapkan terima kasih atas kepeduliannya terhadap ibu kami yang tertimpa musibah,” sahut Culia, anak dari pemilik rumah yang terbakar, Lingkai (65).

Soal kebakaran, Lingkai mengaku baru tahu terjadi kebakaran saat api sudah melahap atap rumahnya yang berada di Lebuh. Tepatnya di tepi jalan penghubung Kampung Asa dengan Kampung Balok Asa. “Saya kaget lihat asap dari rumah. Padahal tiga kali saya bolak-balik isi tabung sprayer untuk semprot racun rumput, tidak ada apa-apa,“  terangnya kepada KabarKubar.

Ketua DPD KNPI Kubar, Canissius Arjan dan sejumlah Pengurus DPD KNPI Kubar, mengunjungi rumah Lingkai dan memberikan bantuan berupa sembako. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Kepala Kampung Asa, Imansyah, menyebut kebakaran terjadi pada Kamis, 11 Juni 2020 sekitar jam 10 pagi. Dari perbincangannya dengan Lingkai pada Jumat kemarin, tidak diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran. Pagi kejadian, Linkai sedang menyemprot racun rumput sekitar 200 meter dari rumah.

“Katanya tidak ada nyalakan api di dapur, cuma ada tinggal obat nyamuk bakar. Memang ada bolak-balik isi air, tapi tidak naik ke rumah. Tidak ada juga firasat ada musibah,” katanya.



Sekitar 200 meter dari rumah itu juga ada Culia berkebun bersama suaminya. Culia sempat bertanya kepada suaminya, mengapa ada asap tebal. Setiba di rumah, api sudah membara. “Ibu Lingkai memang mendengar seperti suara mobil, padahal suara api. Sayangnya, rumah itu masih lebih bagus dari rumah mereka di dalam kampung. Ibu Lingkai sering tidur sendiri di situ,” jelas Imansyah.

“Cepat sekali kebakarannya terjadi. Saat mobil pemadam kebakaran datang, rumah sudah jadi bara,” ungkap Nyoman, salah satu warga setempat. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here