Untuk Warga Membangun Kembali Rumahnya

NYUATAN – KABARKUBAR.COM
Malang tak dapat diduga, 10 rumah dan dua bangunan sarang burung walet di Kampung Sembuan ludes dilalap api pada Minggu, 26 September 2021 siang. Kebakaran yang diduga akibat arus pendek listrik dari salah satu rumah warga, membuat 17 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Bantuan pun berdatangan dari banyak orang.
Salah satunya dari manajemen dan karyawan PT Pamapersada Nusantara job site PT Trubaindo Coal Mining Melak. Bantuan berupa 325 lembar seng diberikan kepada para korban kebakaran di RT 2 Gang Lolakng Adey Kampung Sembuan, Kecamatan Nyuatan itu.
Bantuan tersebut diberikan agar warga yang menjadi korban kebakaran dapat membangun kembali rumah. Bantuan diterima oleh Kepala Kampung atau Petinggi Sembuan, Jersinius dan perwakilan warga korban kebakaran.
“Kegiatan sosial ini dilakukan atas dasar kepedulian perusahaan dan karyawan terhadap masyarakat,” ungkap Corporate Social Responsibility atau CSR Pama, Rudiyanto, saat menyerahkan bantuan pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Diakui Rudiyanto, kegiatan ini bisa terlaksana berkat peran serta semua stake holder atau pemangku kebijakan dan organisasi di dalam perusahaan. Di antaranya Persekutuan Oikumene Umat Kristen, Dewan Kemakmuran Masjid, Plant Sedekah, Serikat Pekerja melalui Program SP Peduli, serta Aksi Solidaritas Karyawan yang disingkat Asoka.
Sebelum pelaksanaan kegiatan sosial ini, pihak perusahaan telah terlebih dahulu mengirim tim untuk survei ke lokasi agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Sesuai arahan Jersinius selaku Petinggi Kampung Sembuan, kebutuhan utama adalah atap untuk membangun kembali rumah yang terdampak musibah kebakaran.
“Harapan kami, bantuan yang diberikan ini tidak dilihat dari besar kecilnya. Namun dari semangat kepedulian dan semangat untuk pulih kembali. Jika dimaksimalkan, akan sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat,” tutup Rudiyanto.
Dijelaskan Jersinius, kebakaran yang diduga akibat arus pendek listrik itu berkobar hebat. Dikarenakan rumah berdinding kayu, sehingga api cepat menyambar. Dengan susah payah api baru bisa dipadamkan oleh pemadam kebakaran Pemkab Kutai Barat. Sebab harus mengangkat mesin air, akibat mobil pemadam kebakaran tidak bisa menyeberang ke tempat kejadian.
Sebanyak 17 KK kini hanya bisa menempati kantor kampung dan lamin adat sebagai hunian sementara. “Terima kasih atas kepedulian semua pihak yang turut membantu meringankan beban warga kami yang menjadi korban musibah kebakaran,” ungkap Jersinius.
Turut hadir pada kegiatan sosial ini, perwakilan manajemen dan perwakilan Serikat Pekerja PT Pamapersada Nusantara TCM. “Semoga bermanfaat dan bisa meringankan beban saudara kita,” kata Erwinanda, salah satu perwakilan karyawan. #Sunardi