Diamankan 230 M3 Bengkirai Dari Kapal di Kampung Tukul

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Polres Kutai Barat kembali membuktikan komitmennya dalam memberantas pelaku pembalakan hutan di Kabupaten Kutai Barat. Kali ini, 11 tersangka pelaku pembalakan liar atau illegal logging ditangkap. Mereka dipergoki sedang mengangkut kayu menggunakan truk dan rakit dalam waktu penyelidikan kurang dari seminggu.

Berakhirnya pelaksanaan Operasi Lestari yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat di Kubar, tidak membuat pelaku illegal logging lari. Usaha pelestarian dan perlindungan hutan alam dari kerusakan yang dilakukan kelompok yang tidak bertanggungjawab juga tidak berhenti.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar, Iptu Harun Purwoko mengungkapkan kejadian berawal pada Jumat, 30 Desember 2005, sekitar pukul 09.30 Wita. Tepatnya di jalan RKR KM 31 Kampung Kenyanyan, Kecamatan Siluq Ngurai. Polisi menyita kayu bentuk blambangan berbagai ukuran berjumlah 2,5 meter kubik yang diangkut truk bernomor DA 9279 AR, yang dikendarai Helmi.



Sejam kemudian di lokasi yang sama, 2,5 meter kubik lagi kayu papan jenis Ulin, disita dari truk KT 8645 DC, yang dibawa Amos. Pada pukul 18.00 Wita, 20 potong atau 4 meter kubik kayu Kapur disita dari truk KT 2003 WS, yang dikendarai oleh Yatim.

“Ini berkat kerjasama Tim Gabungan Polres dan Polsek. Atas informasi dari masyarakat, adanya pembalakan liar terhadap hasil hutan berupa kayu olahan, kami memulai proses penangkapan,” kata Iptu Harun Purwoko di ruang kerjanya pada Rabu, 4 Januari 2006.

Menurut Iptu Harun Purwoko, pengejaran terhadap pelaku illegal logging sempat berhenti sehari, namun dilanjutkan keesokan harinya. Sekitar pukul 15.00 Wita di simpang tiga jalan PU Kem Rikong Kecamatan Siluq Ngurai, disita kayu balok dengan ukuran 5 x 19 x 400 centimeter. Juga papan ukuran 2,5 x 20 x 400 centimeter diangkut Truk KT 8645 DC dan KT 8626 BN yang dikendarai Ramidi.

Kemudian sekitar jam 10 malam di Jalan Poros Kampung Jambuk, Kecamatan Bongan, disita kayu Meranti sebanyak 16 potong dari truk KT 8739 BL, yang dikendarai Dahrun. “Lalu di jam dan TKP yang sama, disita kayu Ulin sebanyak 138 potong dari truk KT 8958 CM, yang dikendarai Rinduansyah. Juga disita kayu Meranti sebanyak 26 potongan dari truk KT 8686 CE, yang dikendarai Nafarin,” bebernya.

Barang bukti kayu yang disita Polres Kubar diamankan di halaman samping Kantor Dinas Kehutanan Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Pada tanggal 1 Januari 2006, lanjutnya, ada lagi penangkapan sekitar pukul 16.00 Wita di KM 41 jalan perusahaan PT RKR, Kampung Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar. Disita kayu Ulin panjang 4 meter sebanyak 144 lembar dan papan meranti sebanyak 39 lembar.

Ada juga blambangan Kapur enam potong dari truk KT 8642 BL, yang dikendarai Hutapea. “Di jam dan TKP yang sama juga disita blambangan kayu Kapur 22 potong dari truk KT 8613 DC yang dikendarai Sitompul,” jelas Iptu Harun Purwoko.

Tidak berhenti disitu, hari kedua di tahun 2006 ini juga dilakukan penangkapan di Teluk Guyaq Sungai Kedang Pahu, Kampung Muara Lawa Kecamatan Muara Lawa. Sekitar pukul 10.00 Wita disita kayu log jenis Meranti dengan panjang 4 meter sebanyak 75 potong dari kapal yang dinakhodai Syuparta.

“Lalu sekitar jam 7 malam di perairan Sungai Mahakam, Kampung Tukul Kecamatan Tering, kami sita kayu blambangan jenis Bengkirai sebanyak 230 meter kubik dari kapal yang dinahkodai Sukardi,” pungkas Iptu Harun Purwoko.



Seorang warga yang tidak ingin namanya disebut, berharap ada tanggapan pihak terkait bagi kelanjutan hidup masyarakat. Sebab banyak menggantungkan hidup dari hasil hutan berupa kayu. “Sekarang kami kesulitan, tidak tahu mau usaha apa. Tolong kami dibantu. Kami sadar dengan hukum yang berlaku, tapi kami juga tidak tahu harus kerja apa untuk menafkahi anak dan istri. Kebutuhan hidup Kubar cukup tinggi,” ucapnya penuh kesedihan.

Para tersangka dikenakan Pasal 50 ayat 3 huruf e, f dan h, junto Pasal 78 ayat 5 dan 7 Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Yaitu menebang pohon atau permanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang.

Menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan, atau memiliki hasil hutan yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan hutan. Dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp10 miliar atau 10 tahun dan denda Rp5 miliar. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here