Hits: 2

Yapan: “Saya tidak pernah janji masukkan PLN di Tutung, tapi kami mengupayakan”

Mantan Petinggi Linggang Tutung H Mochammad Ali, Camat Linggang Bigung Kristian, dan Petinggi Linggang Tutung H Abdul Rahman, duduk santai di samping rumah yang mendapat aliran listrik dari PLN. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Masyarakat Kampung Linggang Tutung, Kecamatan Linggang Bigung, akhirnya dapat menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara atau PLN. Setelah 14 tahun menunggu, 60 rumah telah terpasang instalasi dan 25 di antaranya telah dialiri listrik selama 24 jam sehari. Siang tadi, Bupati Kutai Barat FX Yapan meresmikan penggunaan listrik itu.

Diakui H Mochammad Ali, yang pernah menjabat Kepala Kampung atau Petinggi Linggang Tutung, listrik sudah lebih 25 tahun dinikmati warga Tutung. Namun dengan harga mahal, karena dengan pembangkit menggunakan generator set. Sebulan bisa jutaan habis untuk membeli bahan bakar minyak.



“Baru ini masuk listrik dari PLN. Kalau dulu ada mesin genset dari KEM (perusahaan tambang emas PT Kelian Equatorial Mining), tapi disubsidi bbm. Warga diminta Rp100 ribu perbulan saja, banyak yang malas bayar, akhirnya macet lagi bertahun-tahun,” ujarnya usai Peresmian Listrik Di Kampung Tutung dan Melapeh Baru pada Rabu, 27 Mei 2020.

Ia menambahkan, sejak tahun 2006 ada pemasangan jaringan listrik berupa tiang, kabel dan trafo menuju Tutung. Hanya saja, tidak pernah dialiri listrik. “Sampai kabel dan trafo dimaling orang, tiangnya juga banyak yang rebah, listriknya tidak ada. Terima kasih kepada pemerintah daerah dan PLN, kami sudah dapat listrik,” kata pria paruh baya yang biasa disapa Haji Ali ini.

Saat meresmikan, bupati berharap momen sangat bermanfaat itu membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan vital. Yaitu ketersediaan listrik yang dapat mendorong majunya kehidupan masyarakat setempat. Pemenuhan listrik sesuai Misi Pembangunan Pemkab Kubar periode 2016-2021 dalam butir pertama.

Bupati Kubar FX Yapan, Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan bersama Ketua DPRD Kubar Ridwai, meresmikan listrik yang telah menyala di rumah warga Kampung Linggang Tutung pada Rabu, 27 Mei 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Yakni ‘Peningkatan Pembangunan Infrasktruktur Dasar Publik Yang Semakin Merata Ke Seluruh Wilayah Kutai Barat’. “Ini konsistensi perjuangan saya bersama H Edyanto Arkan untuk menyukseskan pembangunan berkelanjutan di seluruh Kubar terus dilakukan,” ujar Yapan di hadapan sejumlah tokoh yang hadir. Termasuk Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan, Ketua DPRD Kubar Ridwai, serta Kepala Bappeda Kubar Achmad Sofyan.

Dikatakan Yapan, jika PLN berpatokan pada laba perusahaan, tidak akan pernah ada aliran listik ke Tutung. Informasi terakhir diterimanya, target PLN paling cepat tahun 2021 baru akan mengalirkan listrik ke Tutung. Agar bagaimana masyarakat bisa langsung merasakan, dan perekonomian lancar.

“Kalau hitung untung dan rugi, PLN bakal rugi. Tapi minta pak wakil (Wakil Bupati Kubar) urus ini. Sebab kalau pakai genset bisa jutaan rupiah sebulan. Ini sangat menguntungkan, karena kalau PLN bisa jauh lebih murah. Paling Rp200 ribu sebulan,” tegasnya.



Bupati mengapresiasi Perusahaan Daerah Witelteram yang telah membantu sosialisasi dan menuntaskan sedikit hambatan di lapangan. Direktur Utama Perusda Wilterteram dipanggil dan bisa berkomunikasi baik dengan warga. Menurutnya, program PLN telah empat tahun tidak berjalan karena tidak menemui kesepakatan bersama warga. “Saya tidak pernah janji masukkan PLN di Tutung. Tapi kami mengupayakan, dan saat ini sudah masuk serta dinikmati listriknya,” pungkas Yapan.

Dijelaskan Dirut Perusda Witelteram, Syachran Eric Lenyoq, pemasangan instalasi bertahap sesuai pesanan calon pelanggan. Bulan depan direncanakan 60 instalasi yang terpasang sudah menyala. PLN sebagai vendor dan Witelteram memasang instalasi. Sebagian besar dipasang meteran dengan daya 900 watt, dan 1.200 watt untuk rumah ibadah atau fasilitas umum.

Bupati Kubar, FX Yapan mengatakan, pemenuhan kebutuhan vital ketersediaan listrik sesuai Misi Pembangunan Pemkab Kubar periode 2016-2021. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Melapeh Baru ke Tutung berjarak sekitar 25 kilometer, dana puluhan miliar rupiah harus dikeluarkan oleh PLN untuk jaringan listrik tersebut. Sejak Witelteram dipercayakan menangani pada 4 Maret 2020, langsung bergerak sosialisasi dan instalasi. Akhirnya pada Senin, 18 Mei 2020 beberapa rumah di Tutung sudah terang benderang. “

“Jadi tidak sampai dua bulan. Karena ini pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat, dan perintah Presiden RI pada 4 April 2020, semua desa harus teraliri listrik. Juga berkat dorongan bapak bupati kepada pihak PLN,” kata Eric Lenyoq.

Menurut Petinggi Tutung, Abdul Rahman, sudah 10 rumah yang sudah menikmati listrik PLN. Dari 10 Rukun Tetangga di Tutung, delapan telah dipasang instalasi. Dua yang belum adalah Dusun Magerang dan Gah Lalang, karena jaraknya cukup jauh.



“Terima kasih program bupati sudah terwujud, listrik masuk kampung. Terima kasih telah susah payah bersama PLN. Terima kasih juga Witelteram. Walau ada sedikit kerikil, tapi berhasil,” ungkapnya.

Peresmian tersebut dihadiri juga perwakilan Kodim 0912/KBR, sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat Tutung. “Hari ini, 11 kampung di kecamatan ini sudah dialiri listrik. Meski Tutung ini masih bertahap, tapi tidak ada lagi kampung yang tanpa listrik PLN,” ujar Camat Linggang Bigung, Kristian. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here