Pernah Wakili Kubar di Ajang Silat Internasional

2905_Siswa PSHT Kubar Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat di Kem Baru, Muara Tae Kecamatan Jempang
PENDEKAR MUDA: Sebanyak 162 Pesilat dari 16 kecamatan se-Kubar mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat dan Pembaretan yang digelar Pengurus Cabang Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Kubar, Minggu 29/5/2016 di Muara Tae Kecamatan Jempang.    M IMRAN/KabarKubar.com

JEMPANG – Halaman Gedung SD Negeri 012 Dusun Kem Baru, Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang diramaikan ratusan pendekar dari seluruh penjuru Kutai Barat. Sebanyak 162 diantaranya sedang diuji untuk mendapat Kenaikan Tingkat, dari sabuk Hijau ke Sabuk Kuning, Minggu 29/5/2016 pagi tadi.

Momen kenaikan tingkat itu digelar Pengurus Cabang Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Kubar untuk seluruh Ranting PSHT dari 16 kecamatan se-Kubar. Rinciannya, dari Ranting PSHT Kecamatan Bongan sebanyak 88 siswa, Muara Pahu 6 siswa, Jempang 19 siswa, Siluq Ngurai 11 siswa, Muara Lawa 6 siswa, Damai 14 siswa, Barong Tongkok 13 siswa, Linggang Bigung 1 siswa, dan Melak 4 siswa.

Tidak hanya kenaikan tingkat, 162 siswa juga mengikuti acara Pembaretan. Namun sebelum dilakukan pembaretan, dilakukan ujian materi dan ujian sambung atau bertarung. Diharapkan, kenaikan tingkat ini menjadikan para siswa PSHT Kubar semakin mantap berkembang Sumber Daya Manusianya. “Untuk turut mendukung visi dan misi pembangunan Pemkab Kubar saat ini, khususnya di bidang olahraga,” ujar Suparlan, Ketua Cabang PSHT Kubar.

2905_Ketua PSHT Kubar, Suparlan
Ketua Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kutai Barat, Suparlan

Dikatakan Suparlan, PC PSHT Kubar pernah mengharumkan nama Kubar di kancah Internasional. Yakni saat ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Internasional di Universitas Negeri Solo, Jawa Tengah pada Maret 2016 lalu. “Kami mengirim 15 atlet pencak silat, dan membawa nama Kubar di mata dunia,” katanya.

Kepada seluruh siswa PSHT Kubar yang sudah mendapat kenaikan tingkat, Suparlan berpesan agar dapat mengembangkan diri dan ilmu yang diperoleh. Dan bisa bermanfaat bagi keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara. “Buang sikap arogansi dan kesombongan. Seorang ksatria sejati tidak dinodai dengan sikap takabur atau pamer, melainkan harus rendah hati. Jaga harkat dan martabat PSHT, sederhana, berkarya untuk kebaikan sesama, membuat masyarakat tentram dan terlindungi, serta tingkatkan kualitas batin,” pungkasnya.    #M Imran

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here