Diharap Masuk APBD Kaltim Tahun 2022

Rapat Dengar Pendapat Terkait Pembangunan Jembatan Tering dan Jembatan Aji Tulur Jejangkat di Gedung E Kantor DPRD Provinsi Kaltim, dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM
Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur meminta Pemerintah Provinsi Kaltim untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Tering. Selain telah menghabiskan dana Rp55.189.059.500, jembatan itu belum rampung sejak dibangun tahun 2002 lalu. Jembatan ini pun penting sebagai akses ekonomi masyarakat Kabupaten Kutai Barat, bahkan warga perbatasan negara.

Menurut Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, pihaknya telah meminta Pemprov Kaltim untuk memasukkan anggaran untuk Jembatan Tering dalam APBD Kaltim tahun 2022. Anggaran itu diharapkan dapat masuk dalam Daftar Penggunaan Anggaran di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kaltim.

“Supaya bisa terlaksana lagi progress pekerjaannya. Karena Jembatan Tering tanggung jawab Provinsi Kaltim sekarang ini,” ujarnya kepada KabarKubar pada Senin, 19 April 2021 di Samarinda.

Ekti menjelaskan, Komisi III DPRD Kaltim telah menegaskan harapan untuk penyelesaian pembangunan Jembatan Tering kepada Pemprov Kaltim. Yakni dalam Rapat Dengar Pendapat Terkait Kelanjutan Pembangunan Jembatan Tering dan Jembatan Melak Aji Tulur Jejangkat. Yang digelar di Gedung E Lantai 1 Kantor DPRD Kaltim pada Senin, 12 April 2021 lalu.

Jembatan Tering yang belum rampung pembangunannya, sangat penting bagi akses ekonomi masyarakat. ARSIP/KABARKUBAR.COM

Rapat atau Hearing itu dihadiri Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, H Baba, bersama anggota. Yakni, H Andi Harahap, Sarkowi V Zahry, H Amiruddin, Marthinus, H Baharuddin, Muhammad Adam, Mimi Meriami Pane, dan ia sendiri.

Hadir pula Kepala Dinas PUPR Pera Provinsi Kaltim, AM Fitra Firnanda, dan pihak Badan Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kaltim, Tri Bakti Mulianto. Sedangkan dari Pemkab Kubar diwakili H Edyanto Arkan selaku Wakil Bupati Kubar.

Ada juga Kepala Bappeda Kubar, Ahmad Sofyan, dan Kepala Dinas PUPR Kubar, Pilip. Serta Martoyosan selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kubar dan Kepala Penghubung Kubar, Srie Kartika.

Dari 10 kesimpulan dalam notulen hearing, dua di antaranya menekankan terkait Jembatan Tering. Selain berharap dapat dilanjutkan pembangunannya lewat APBD Provinsi Kaltim, Komisi III meminta ada pertemuan pihak-pihak terkait.

“Kita harap akan diadakan pertemuan Bupati Kubar dengan Gubernur Kaltim didampingi PUPR Provinsi Kaltim dan Komisi III. Untuk menganggarkan pembangunan Jembatan Tering dengan belanja langsung,” ungkap Ekti.

Komisi III DPRD Kaltim juga berharap Dinas PUPR Pera Kaltim dapat membantu menganggarkan dana untuk perbaikan jalan di wilayah Kubar. Serta dapat memasukkkan sejumlah ruas jalan di Kubar untuk dirubah statusnya dari Jalan Kabupaten menjadi Jalan Provinsi.

Tidak hanya itu, Komisi III juga berharap BBPJN Kaltim dapat menganggarkan lebih banyak untuk perbaikan jalan di ruas Samarinda-Kubar. Satu lagi, ruas jalan Bongan-Petung diharap dipercepat pembangunannya.

Komisi III DPRD Kaltim meminta pembangunan dua jembatan di Kabupaten Kutai Barat dilanjutkan dengan pembiayaan dari APBD Provinsi Kaltim tahun 2022. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Kami juga minta Jembatan ATJ di Melak dapat segera dilanjutkan pembangunannya,” beber Ekti yang juga Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Kubar dan kini duduk sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kaltim.

Terpisah, Wakil Bupati Kubar mengaku pembangunan Jembatan Tering telah dimulai sejak pemancangan tiang pada tahun 2005. Namun di tahun 2015, terjadi pengurangan penerimaan keuangan daerah di seluruh Indonesia. Sehingga mengakibatkan rencana lanjutan pembangunan Jembatan Tering tertunda.

Pemkab Kubar berterimakasih telah diundang untuk membahas Jembatan Tering dan Jembatan ATJ dalam hearing di DPRD Kaltim. Ia menyebut, sangat strategis. Karena akan menghubungkan kawasan pengembangan wilayah strategis nasional di berbagai sektor, termasuk komoditi pertanian. “Kedua jembatan itu sangat penting,” katanya.

Diberitakan KabarKubar sebelumnya, pembangunan Jembatan Tering telah dimulai sejak tahun 2002. Didanai selama tujuh tahun anggaran, yakni 2002, 2003, 2006, 2008, 2009, 2010 dan 2015. Selama lima tahun anggaran pertama, proyek dilaksanakan dan diawasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Barat. Melalui Bantuan Keuangan Provinsi Kalimantan Timur, tahun anggaran 2010 dan 2015 dikerjakan dan diawasi Dinas PU Kaltim. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here