Hits: 0

Masyarakat Diimbau Lebih Waspada Bencana Api

Beragam barang dibawa Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat untuk meringankan beban korban kebakaran yang terjadi di Kampung Penawai, Jumat 23/11/2018 lalu. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BONGAN – KABARKUBAR.COM
Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat beserta Taruna Siaga Bencana Kubar mendatangi Kampung Penawai (Resak II) di Kecamatan Bongan, Senin 26/11/2018. Untuk menyerahkan bantuan bagi 10 jiwa dalam dua kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran. Musibah itu sendiri terjadi pada Jumat 23/11/2018 lalu.




Bantuan tersebut berupa bantuan bahan Sandang dan Pangan. Yaitu beras 10 kilogram, mie instan 20 bungkus, kopi dan biskuit 2 bungkus, dan teh dua kotak. Juga dua kaleng susu, serta masing-masing dua kilogram minyak makan dan dan gula. Selain itu ada juga Tenda Gulung dan selimut dua lembar, tempat nasi dan rantang tiga susun, foodware family kit paket sandang dua unit, dan matras lima lembar. Terakhir, masing-masing dua setel seragam SD, SMP dan SMA.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Dan Bencana Alam pada Dissos Kubar, Singan berharap apa yang diberikan dapat meringankan beban para korban kebakaran. “Semoga bantuan ini bermanfaat. Tetap tabah dan kuat, serta tetap berwaspada selanjutnya,” ucapnya sembari menyerahkan bantuan.

Korban kebakaran di Kampung Penawai Kecamatan Bongan, menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang disampaikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat, Senin 26/11/2018. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

“Jadikan ini pelajaran ke depannya, agar tetap waspada dan selalu berhati hati. Saya imbau agar masyarakat dapat mengecek kabel listrik dan alat elektronik lainnya serta kompor, agar dapat terhindar dari bahayanya bencana api,” tutur Wilhemus, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dissos Kubar.

Ganjar Isukarso selaku Camat Bongan mengatakan, dua rumah yang terbakar di RT 6 adalah bekas kantor PT Bahtera Bahagia yang ditempati oleh penduduk. Dengan bantuan dari Dissos Kubar, Pemerintah Kecamatan Bongan sangat berterimakasih. Karena dapat meringankan beban keluarga yang terkena musibah. Ia mengingatkan seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada bahayanya api. “Kesulitan kami yaitu belum adanya pemadam kebakaran dan lokasi air yang agak sulit,” tukasnya.

“Saya pergi mandi ke tempat sepupu dan saya tinggalkan HP dicas. Setelah pulang, lihat rumah sudah ludes dilalap api. Dan kami hanya tinggal pakaian di badan,” ungkap Masdiah (44) kepada KabarKubar dengan mencucurkan air mata.



Menurut Ketua RT 6 Kampung Penawai, ukuran rumah yang terbakar 8 x 12 meter. Diperkirakan terbakar akibat konsleting listrik dan kompor yang menyala. Kejadian sekitar pukul 16.30 Wita, dan dipadamkan oleh masyarakat sekitar yang lewat. “Warga yang terkena musibah diungsikan di rumah tetangga,” jelasnya. #Lilis Sari/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here