Hits: 4

Siaga di Pos Bakum PN Kubar

2705_Pos Bakum PN Kutai Barat
PELAYANAN: Tiga Pengacara, Fran Kaloi, Metodius Nyompe dan Petrus Baru, menerima masyarakat yang hendak berkonsultasi hukum di Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Kutai Barat, Rabu (27/5/2015).    HENDRI PHILIP/KabarKubar.com

BARONG TONGKOK – Sejak dua bulan terakhir, Pengadilan Negeri Kutai Barat telah membuka Pos Bantuan Hukum di gedung PN Kubar di Jalan Sendawar Raya, Barong Tongkok. Sebanyak 22 pengacara yang berasal dari Perhimpunan Advokat Indonesia, Perkumpulan Advokat Indonesia, Kongres Advokat Indonesia, siaga setiap hari. Seluruh warga Kubar, terutama yang tidak mampu secara materi akan dibantu saat berperkara.

Tidak itu saja, setiap harinya dua pengacara akan melayani siapa saja yang ingin berkonsultasi tentang hukum. Selain untuk membantu pengadilan dalam rangka proses hukum, juga sebagai persyaratan rangkaian acara persidangan. “Sedikitnya dua jam sehari ada dua pengacara bertugas jaga atau piket di Pos Bakum. Itu di luar Prodeo atau penunjukan hakim,” kata Fran Kolai, salah seorang Pengacara, Rabu (27/5/2015) di ruang Pos Bakum PN Kubar.

Dijelaskan Petrus Baru, Pos Bakum semestinya dibuka sejak aturan hukumnya disahkan. Yakni Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Hukum. Juga Pasal 56 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP. Namun dibukanya Pos Bakum itu tidak terlambat, karena banyak warga Kubar yang membutuhkan pendampingan hukum. “Jika tuntutan hukumnya di atas 5 tahun penjara, siapapun wajib didampingi pengacara,” ungkap Pengacara asal Kampung Pepas Eheng Kecamatan Barong Tongkok ini.

Hal menarik sejak dibukanya Pos Bakum, kata Petrus Baru, masyarakat masih memiliki persepsi yang salah terhadap profesi Pengacara maupun bantuan hukum itu sendiri. Misalnya saat sejumlah warga sedang mengikuti sidang perkara gugatan kepada PT Teguh Sinar Abadi. Warga menngungkapkan persoalan mereka yang justru dipidanakan atas laporan pengaduan perusahaan pertambangan batubara tersebut kepada polisi.

Ketika Petrus Baru bertanya kenapa tidak meminta bantuan hukum, warga mengaku tidak berani karena tidak punya uang. Alasan mereka, Pengacara pakaiannya bagus-bagus dan mengendarai mobil. “Bagaimana kami bisa membayar kalian,” katanya menirukan warga yang berperkara itu.

“Lalu saya ajak ke Pos Bakum, tetap tidak mau. Adalah persepsi yang salah jika pengacara harus dibayar. Kami membantu tanpa melihat status sosial masyarakat, karena tujuan kami adalah bagaimana hak hukum masyarakat telah terpenuhi,” tegas Petrus Baru.

Ditambahkan Metodius Nyompe, Pengacara asal Kampung Tering Baru Kecamatan Tering, Pos Bakum berbeda dengan yang bantuan hukum di Kejaksaan Negeri Sendawar. Pos Bakum membantu siapa saja masyarakat yang memerlukan bantuan hukum, sedangkan Jaksa lebih kepada institusi pemerintahan. Diakuinya sering timbul saran tidak benar dari aparat hukum yang terkesan melemahkan semangat hukum masyarakat. “Jangan panggil pengacara, nanti repot dan susah itu. Lagian pakai Pengacara bayarnya mahal,” ujarnya menirukan pernyataan yang dinilai menyesatkan tersebut.

Pengacara yang bertugas piket pada Mei 2015 di Pos Bantuan Hukum PN Kubar adalah :

  1. Agustinus, SH
  2. Lirin Colen Dingit, SH
  3. Singky Guslow, SH
  4. Desem FBR, S.Sos, SH, CLA
  5. Bayu Murti Wardoyo, SH
  6. Petrus Baru, SH, CLA
  7. Jhonson Daud, SH, M.Hum
  8. Metodius Nyompe, SH
  9. Fran Kolai, SH, CLA
  10. Yunanto, SH
  11. Sukarman, SH
  12. Kardiansyah Kaleb, SH, M.Hum
  13. Almanto, SH
  14. Jose Armando, SH   #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

1 KOMENTAR

  1. Dear,

    Nama saya Eko Supriyanto, calon istri saya telah dituduh menyembunyikan sahabatnya oleh keluarga sahabatnya itu, sedangkan calon isteri saya benar-benar tidak mengetahui dimana keberadaan sahabatnya itu, sekarang kasusnya sudah bergulir kurang lebih 6bln, dan tanggal 13 Januari 2016 ada pemanggilan kembali ke polres slipi,

    Mohon bantuannya untuk hal ini dan kalau bisa minta kontak salah satu pengacara yang berhati mulia ini.

    Terima Kasih sebelumnya

    Regard’s

    Eko Supriyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here