Hits: 57

Jika Memelihara Satwa Langka Disarankan Melapor ke Balai KSDA

Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Samarinda mengamankan barang bukti paket berisi burung ilegal yang akan dikirim ke luar Pulau Kalimantan. BALAI GAKKUM KLHK WILAYAH KALIMANTAN untuk KABARKUBAR.COM

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM
Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan atau Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan menangkap tiga pedagang burung di Kota Samarinda. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka perdagangan burung ilegal antar pulau. Sebanyak 597 burung yang masuk kategori dilindungi, diamankan sebagai barang bukti.

Mereka yang menjadi tersangka adalah S (42), Y (32) dan MN (37). Pengungkapan oleh Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Samarinda itu dilakukan di Samarinda dan Balikpapan dalam sepekan. Ratusan burung itu akan dikirim ke Surabaya, dan Pare-pare di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Penyidik telah menitipkan tersangka Y (32) dan MN (37) di Rumah Tahanan Polresta Samarinda. Sedangkan S (42) dititipkan di Rumah Tahanan Polda Kalimantan Timur di Balikpapan,” ujar Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, Subhan, dalam rilis yang disampaikan kepada KabarKubar.

Dijelaskannya, 597 ekor burung ilegal itu terdiri dari 222 ekor Cucak hijau, 5 ekor Serindit, 287 ekor Jalak Kerbau, 13 ekor Beo, 17 ekor Cililin, 32 ekor Perkutut, 20 ekor Lincang dan 1 ekor Kapas tembak. Semuanya kini diamankan di Kantor Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan di Samarinda dan Kantor BKSDA Kaltim SKW III Balikpapan.

Menurut Kepala Seksi Wilayah II Samarinda, Gakkum KLHK Kalimantan, Annur Rahim, yang memelihara satu atau dua ekor burung ilegal, tidak lantas ditangkap. Tapi jika diperdagangkan, akan berurusan dengan hukum.

“Sebaiknya diserahkan atau lapor ke KSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam). Tapi kalau sudah pengumpul, apalagi ke luar pulau seperti ke Jawa, itu yang kita kejar,” ujarnya melalui sambungan telepon pada Sabtu, 3 Juli 2021.

Salah seorang tersangka yang diamankan Penyidik Balai Penegakan Hukum KLHK Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Samarinda. BALAI GAKKUM KLHK WILAYAH KALIMANTAN untuk KABARKUBAR.COM

“Lapor ke KSDA dulu. Karena siapa tahu jenis tidak dilindungi,” katanya saat ditanya soal curhatan warga Kabupaten Kutai Barat di media sosial. Tentang aksi sejumlah orang tidak dikenal, yang memasuki hutan dan menangkap burung untuk kemudian di bawa ke luar Kubar.

“Yang seperti itu kita pelajari dulu, prosesnya kita dalami dulu. Penangkapan akan dilakukan jika sudah dipastikan (pelanggarannya),” imbuhnya.

Annur Rahim mengatakan, jika hanya seorang atau dua orang yang mencari burung di hutan, cukup dilakukan pencegahan yang diperlukan. “Itu (urusan) pemangku (KSDA). Yang mau kita tahu itu, pengumpulnya siapa. Yang kita ungkap itu skala besar, yang mau dikirim ke mana-mana, dan itu jaringan,” jelasnya.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here