Hits: 1

Tidak Menjadi Polisi Perusahaan

2108_Sertijab Perwira Polres Kubar (2)
MUTASI: Kapolres Kubar AKBP Hindarsono memimpin serah terima jabatan lima perwira yang berpindah tugas dari dan ke jajaran Polres Kubar, Rabu (19/8/2015) di Lantai II Mapolres Kubar.   HENDRI PHILIP/KabarKubar.com

BARONG TONGKOK – Serentak dengan sejumlah Kepolisian Resor di jajaran Kepolisian Daerah Kaltim, lima Perwira yang bertugas di Polres Kubar bergeser. Empat di antaranya adalah perwira yang memimpin satuan strategis. Yakni Kepala Satuan Reserse Kriminal, Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan, Kepala Satuan Reserse Narkoba dan Kepala Satuan Lalu Lintas. Satu lagi adalah Kepala Kepolisian Sektor Long Apari.

Kasat Reskrim AKP Kalfaris Triwijaya Lalo pindah tugas menjadi Paur Subbag Pullah Jianta Bag Dalops Roups Polda Kaltim. Posisinya digantikan AKP Triyanto yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Penajam Pasir Utara. Sedangkan Kasat Intelkam AKP Sudjoko akan bertugas sebagai Kaur Ren Subbag Renmin Rorena Polda Kaltim. Kursi yang ditinggalkan akan ditempati AKP Ferry Dharmawan yang tadinya menjabat Kapolsek Tanjung Palas di Polres Bulungan.
Pada posisi Kasat Lantas akan dijabat AKP Aulia Hadi Putra yang sebelumnya adalah Kapolsek Muara Pahu di Polres Kubar. Pejabat lama, yakni AKP FX Suhartanta menjadi Kasi Prasja Sub Dikyasa Ditlantas Polda Kaltim. Kasat Resnarkoba AKP I Ketut Gede Suardana, pindah tugas ke Ditresnarkoba Polda Kaltim. Perwira terakhir yang pindah tugas adalah Kapolsek Long Apari AKP M Ali Suhadak, menjadi Panit 1 Unit Ditreskrimsus Polda Kaltim.

“Untuk posisi Kasat Resnarkoba dijabat sementara oleh AKP Sarman (Kasubbag Humas Polres Kubar) dan Kapolsek Long Apari dipimpin langsung dari Polres Kubar,” ujar Kapolres Kubar AKBP Hindarsono usai Serah Terima Jabatan di Mapolres Kubar, Rabu (19/8/2015).

Kapolres mengungkapkan, pergantian lima perwira itu sebagai penyegaran dalam jenjang kepangkatan yang memang lazim terjadi di jajaran Polri. Sertijab merupakan penyegaran dan regenerasi dalam organisasi yang merupakan proses manajemen yang harus komitmen dan bertanggung jawab. “Sehingga tugas, peran dan fungsi yang diamanahkan dapat berjalan dengan baik,” jelas AKBP Hindarsono.

Sebagaimana komitmen awal menjabat Kapolres Kubar, Hindarsono berharap perwira yang dimutasikan mampu meningkatkan kinerja Kepolisian. Khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, melindungi, mengayomi serta melayani masyarakat. “Polisi jangan membuat masyarakat takut, tapi harus menjadi teman. Kalau terjadi tindak kriminal yang melibatkan polisi, akan saya tindak tegas, apalagi menyangkut narkotika dan obat-obatan terlarang,” ujarnya.

Ia mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru bagi perwira yang berpindah tugas dan berterimakasih atas segala pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Kepada perwira yang baru, diucapkan selamat datang dan selamat bertugas bertugas di Polres Kubar.

Menanggapi kinerja polisi, harapan besar masih disandarkan kepada penegak hukum tersebut. Ketua KNPI Kabupaten Mahakam Ulu, Martinus Miing, berharap Polres Kubar juga memberi perhatian khusus untuk penegakan hukum di daerah otonomi baru itu. Sebab Mahulu masih jadi wilayah hukum Polres Kubar. “Peningkatan jumlah penduduk imbas terbentuknya Kabupaten Mahulu, kita harap tidak meningkatkan kuantitas kriminalisme. Jika pun iya, kita minta Polres Kubar juga tanggap untuk melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat,” katanya.

Banyaknya sengketa masyarakat dengan perusahaan-perusahaan pertambangan, perkebunan sawit dan perkayuan, menjadi tugas ekstra bagi polisi. Warga Kutai Barat dan Mahulu berharap Polres Kubar bersikap netral. “Bisakah polisi dituntut hukum kalau salah, karena kami merasa polisi tidak netral dalam kasus kami,” ujar Demang (58), warga Kampung Sembuan Kecamatan Nyuatan.

Demang mengaku dibawa polisi ke Polres Kubar, Senin (5/8/2015) selama sekitar 7 jam. Ia bersama Tayan (43), rekannya sesama pemilik lahan yang diakui masuk areal PT Gunung Bara Utama, dimintai keterangan. “Kalau tidak ada pernyataan Dandim (Komandan Kodim 0912/Kubar Letkol Infanteri Agus Soeprianto), agar kami dipulangkan, mungkin kami akan ditahan,” jelasnya.

 

“Perusahaan bisa pakai polisi, apakah masyarakat tidak bisa pakai polisi. Kenapa tidak diurus dulu sengketa dengan GBU. Kami mempertahankan hak atas tanah kami, perusahaan datang mau merebut, kok kami yang mau ditangkap,” imbuh Tayan.    #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here