Diminta Tanam Jagung Untuk Tingkatkan Ekonomi Warganya

Bupati Kutai Barat FX Yapan dan Ketua DPRD Kutai Barat Jackson John Tawi, memotong nasi tumpeng dalam acara Syukuran HUT Ke-54 Kampung Linggang Purwodadi di BPU Kampung Linggang Purwodadi, Sabtu 5/5/2018 tadi malam. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Kampung Linggang Purwodadi di Kecamatan Linggang Bigung akan berusia 54 tahun pada tanggal 24 Juni 2018 ini. Saat pertama kali dibuka sebagai sebuah perkampungan di tahun 1964, hanya 125 orang yang menjadi penduduknya lewat program transmingrasi. Sekarang, tercatat 2.507 penduduk yang tidak hanya berasal dari suku Jawa. Dari jalan setapak yang berlumpur saat hujan, saat ini jalan-jalan di kampung ini telah berbentuk aspal dan semenisasi beton bertulang.

Menurut Bupati Kutai Barat, FX Yapan, Linggang Purwodadi bukan lagi desa tertinggal. Dengan pencapaian lebih setengah abad, dan infrastruktur yang layak bahkan tergolong bagus, kampung ini sudah berkembang. Kampung yang sebelumnya bernama Purwodadi ini menjadi salah satu kampung yang aktif mendukung setiap proses pembangunan. Momen peringatan hari jadi kampung ini diminta menjadi saat untuk instropeksi pemerintah dan masyarakat. Untuk bertekad mewujudknan kemajuan dan kemakmuran daerah.

“Menurut saya kampung ini tidak masuk kategori tertinggal. Karena jalan mulus, dan infrastruktur cukup. Soal latarbelakang pendidikan penduduknya sudah luar biasa,” ujarnya saat Malam Syukuran HUT Ke-54 Kampung Linggang Purwodadi di BPU Kampung Linggang Purwodadi, Sabtu 5/5/2018 tadi malam.

Untuk peningkatan perekonomian masyarakat Linggang Purwodadi yang mencatat angka rata-rata Rp5 juta perbulan, bupati menyarankan menggalakkan perkebunan. Selain ditopang perkebunan karet dan komoditi palawija lainnya, ia meminta warga bercocok tanam jagung. “Saya ingin tanam jagung, karena Bulog Samarinda mencari jagung. Jagung untuk pakan ternak ya, bukan jagung manis,” pesan Yapan.

Jika bicara soal Linggang Purwodadi, bupati teringat sejumlah orang yang pernah menjadi lawan tandingnya saat bermain sepakbola. Malam tadi, dua diantaranya hadir di tempat acara syukuran dilaksanakan. “Mereka lawan saya dulu, tapi lawan main bola. Itu dulu waktu saya masih sekolah di SMP di tahun 75-78, sering kita bertemu. Ada pak Tarsan, Wilson, Rubeni dan pak Wit yang dulu biasa nge-bek (pemain belakang). Mungkin mereka tidak ingat,tapi saya tetap ingat. Tapi maaf kalian tidak pernah menang,” kata Yapan yang disambut gelak tawa ratusan warga yang hadir.

Bupati memberikan bingkisan sebagai ucapan terima kasih kepada dua warga Kampung Linggang Purwodadi yang ikut dalam rombongan 125 orang perintis kampung tersebut. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Diungkapkan Kepala Kampung atau Petinggi Linggang Purwodadi, Umar, dari 125 orang yang membuka kampung tersebut, sekarang tinggal 35 yang masih hidup. Ia merupakan angkatan pertama yang lahir di kampung bersebelahan dengan Kampung Linggang Melapeh. “Dari 125 nama perintis kampung ini, sekarang tinggal 12 orang. Yang masih lengkap berpasangan suami dan isti tinggal 4 pasang. Dulu mereka kerja keras dengan keterbatasan,” katanya.

Umar menjelaskan, Linggang Purwodadi memiliki luas wilayah mencapai 165 kilometer persegi. Saat ini dibagi dalam 6 rukun tetangga, dan diisi 537 kepala keluarga. Kebanyakan penduduknya, yakni 70 persen, berprofesi sebagai petani karet dan sayur mayur. Sisanya adalah wiraswastawan, pegawai, karyawan dan PNS. Rata-rata pendapatan per orang berkisar Rp5 juta perbulan. Tahun 2018 dicatat tergolong kampung tertinggal dari 11 kampung di Kecamatan Linggang Bigung. “Selamat buat Kampung Linggang Bigung yang sudah mandiri, dan semoga di 2019 kami jadi kampung berkembang,” harapnya.

Masih soal data statistik yang dibuat pemerintah kampung, ada 34 orang di Linggang Purwodadi tercatat berlatarbelakang pendidikan S1. Untuk pendidikan SMA ada 346 orang,  SMP 380, dan 534 orang atau sekitar 26 persen adalah lulusan SD. Diakui Umar, latarbelakang pendidikan akan memengaruhi pembangunan ke depan. “Kami akan pacu anak-anak selangkah lebih baik. Agar seperti visi kabupaten, semoga hari esok lebih baik daripada hari ini,” katanya yang disambung dengan membaca puisi dalam bahasa Jawa.

Acara Syukuran tadi malam dihadiri Ketua DPRD Kubar, Jackson John Tawi dan Sekretaris DPC Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi di Kubar, Wasisto Setio Budiono. Hadir pula perwakilan DPC PDI Perjuangan Kubar, Kim Sianto serta Kepala Dinas Perhubungan Kubar Rakhmat, Camat Linggang Bigung, para Petinggi Se-Kecamatan Linggang Bigung dan kampung lainnya. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here