Hits: 9

Keluarga yakin korban meninggal akibat sakit

Setelah enam hari menghilang, Amui ditemukan tidak bernyawa dengan posisi telentang di tanah tidak jauh dari sebuah pondok. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Upaya tim gabungan dalam mencari sosok Amui, warga Kampung Ombau Asa, Kecamatan Barong Tongkok yang berusia 78 tahun tidak sia-sia. Jumat, 20 Maret 2020 pagi tadi, kakek yang disebut telah sakit-sakitan itu ditemukan tidak bernyawa. Ia terbaring di tanah, tidak jauh dari pondok yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya.
“Ditemukan pertama kali oleh Pak Sulaiman, warga Ombau Asa yang ikut mencari bersama tim gabungan sekira pukul 11.05 Wita,” ungkap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosia Kabupaten Kutai Barat, Wilhelmus, saat evakuasi jenazah Amui ke mobil ambulans.



Wilhelmus menerangkan, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar untuk visum et revertum. Seraya menunggu pihak keluarga korban, apakah akan melakukan meminta otopsi jenazah. “Informasinya keluarga tidak minta otopsi. Karena yakin korban meninggal karena penyakit, bukan ada sesuatu yang tidak diinginkan,” katanya.
Dinas Sosial Kubar menyampaikan terima kasih kepada tim gabungan yang membantu pencarian korban sejak hari pertama dilaporkan hilang. Yakni Taruna Siaga Bencana, Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kubar dan Tim Search And Rescue.
Jenazah Amui dievakuasi dari lokasi penemuan menuju pemukiman Kampung Ombau Asa yang berjarak sekitar 1,5 kilometer. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Pantauan KabarKubar yang ikut dalam tim gabungan pencarian korban, ada belasan Tagana yang ikut dalam pencarian di hari keenam. Jarak penemuan sekitar 1,5 kilometer dari rumah korban yang tidak jauh dari Gedung SDN 07 Barong Tongkok, Kampung Ombau Asa.
Saat ditemukan sekitar 30 meter di belakang pondok, korban tidak berpakaian dan telah dikerumuni lalat dengan posisi telentang. Sulaiman yang menemukan, segera menjemput Tagana yang juga sedang berpencar mencari korban. Kemudian bersama-sama ke lokasi penemuan.
“Kami sama-sama jemput jenazah, lalu panggil Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Polres Kubar. Setelah Inafis datang, barulah jenazah dibawa ke HIS,” ujar Andi Ramdani, salah seorang anggota Tagana Kubar.
Jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar untuk dilakukan Visum Et Revertum. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Menurut anak korban, Yohanes yang berusia 47 tahun, kejadian berawal pada Minggu, 15 Maret 2020 sekira pukul 13.28 Wita. Saat itu ia ke rumah sakit, dan sang bapak, Amui sedang berangkat mandi ke sungai kecil yang berjarak tiga menit atau 100 meter dari rumah dengan kedalaman air 15 centimeter.
“Sebelum saya ke rumah sakit, saya menyuruh keponakan menyusul ke sungai. Lalu katanya si kakek sedang mandi tapi tidak ditunggu. Setelah saya ke rumah sakit, saya suruh lagi keponakan mengecek di jam 13:57 Wita ternyata sudah tidak ada di tempat mandi,” ungkapnya.
Sepulang dari rumah sakit, saya langsung coba menyusul turun cari bolak-balik, tidak juga ketemu. Siang sekitar jam setengah dua, warga kampung sudah pada tahu semua dan ada 100 orang ikut mencari,” imbuh Yohanes.



Yohanes yang juga Sekretaris atau Juru Tulis Kampung Ombau Asa ini menjelaskan, terakhir korban tidak mengunakan pakaian dan sendal, tapi hanya mengenakan celana pendek. “Kejadian hilang seperti ini baru pertama kali. Bapak saya sudah pikun, sudah agak sulit berjalan jauh dan tidak sehat, punya penyakit asam urat,” terangnya.
Ditambahkan Petinggi Ombau Asa, Petrus, dari hari pertama masyarakat turut membantu dan  telah melapor ke Pemerintah Kampung. “Lalu saya melapor ke Polres Kubar, serta menghubungi Tim Tagana, BPBD dan Tim SAR. Tidak sampai 1×24 jam tim sudah datang,” ucapnya. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here